Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Friday, October 23, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Studi: 50% Perempuan yang Bekerja di Bidang IT Resign di Umur 35 Tahun

Topcareer.id – Studi menyebutkan bahwa perempuan lebih cepat untuk resign dari perusahaan dibanding laki-laki. Kemudian, studi baru menyebutkan lima puluh persen perempuan di bidang teknologi berhenti pada usia 35 tahun.

Perincian satu dari dua itu dapat ditelusuri, sebagian ke masalah inklusivitas, ungkap penelitian oleh Accenture dan Girls Who Code. Tiga puluh tujuh persen mengutipnya sebagai alasan utama mereka mengatakan “terlalu lama” kepada industri.

Mengutip Fast Company, persentase ini menjadi lebih buruk untuk wanita kulit berwarna dan lesbian, biseksual, dan transgender. Hanya sedikit lebih dari dua pertiga women of color (woc) melihat jalur yang jelas dari belajar teknologi, teknik, atau matematika ke karier terkait, temuan studi Resetting Tech Culture.

Baca Juga: Ini Upaya Pemerintah Tingkatkan Kualitas SDM Indonesia

Pekerja sumber daya manusia yang disurvei 45% lebih cenderung mengatakan mudah bagi perempuan untuk berkembang di bidang teknologi, di mana lebih dari 21% perempuan yang benar-benar bekerja di lapangan.

Survei tersebut mengidentifikasi beberapa cara untuk membantu 1,4 juta wanita muda dalam teknologi dalam dekade berikutnya: mendukung kebijakan cuti orang tua, menetapkan tujuan keragaman, menciptakan dukungan khusus perempuan, menghargai kreativitas dan inovasi, dan mempromosikan jaringan inklusif.

“Menjadikan organisasi memiliki orang-orang yang mereka butuhkan untuk tumbuh, dan perempuan memiliki peluang yang mereka inginkan untuk sukses, merupakan strategi kemenangan bagi perusahaan dan kekuatan ekonomi pada umumnya. Mari kita pastikan perempuan siap untuk berkembang dalam masa depan yang pasti akan lebih didorong oleh teknologi,” kata peneliti.

Survei terhadap 1.990 pekerja teknologi, 500 eksekutif sumber daya manusia berpangkat tinggi, dan 2.700 mahasiswa dilakukan secara online di wilayah Amerika Serikat antara Februari dan Juli 2019.**(RW)

Leave a Reply