Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Wednesday, October 21, 2020
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Hindari 9 Kesalahan Negosiasi Gaji Ini Saat Wawancara Kerja (Bagian 2)

Ilustrasi. (dok. Bpo)

Topcareer.id – Mengetahui taktik negosiasi gaji itu penting untuk menghindari ranjau negosiasi gaji. Menguasai strateginya akan menjadi kunci untuk mendapatkan tawaran pekerjaan yang kamu cari dan pantas.

Ada sejumlah teknik negosiasi gaji yang bisa kamu pakai untuk menghindari kesalahan yang dapat mengakibatkan tawaran gaji jadi jauh lebih rendah, atau membuatmu kehilangan tawaran pekerjaan karena kamu terlalu ngotot memperjuangkannya.

Berikut hal-hal yang harus kamu hindari saat negosiasi gaji ketika melamar pekerjaan.

Bagian kedua dari artikel.

Menerima tawaran terlalu cepat
Pencarian kerja saat ini banyak yang berlangsung lama, seringkali hingga berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan. Alhasil, begitu dapat tawaran kerja, bukan hal yang aneh jika kamu ingin segera menerimanya.

Tetapi, bahkan penawaran terbaik pun harus ditinjau kembali dengan pikiran yang jernih. Perusahaan yang baik akan bersedia memberi kamu waktu untuk merenungkan tawaran pekerjaan.

Jadi jangan pernah terburu-buru dalam mengambil penawaran kerja. Jangan sampai karena terdesak, kamu jadi terpaksa mengambil pekerjaan secepat mungkin hingga kehilangan kesempatan untuk negosiasi gaji.

Baca juga: Belum dapat Transferan Subsidi Gaji? Coba Lakukan Ini

Menolak tawaran kerja terlalu cepat
Banyak pencari kerja menolak tawaran pekerjaan dengan sangat cepat ketika pemberi kerja menawarkan gaji yang jauh lebih rendah dari yang diharapkan. Akan lebih baik untuk meminta waktu untuk mempertimbangkannya dulu.

Kesalahan besar adalah menolak tawaran pekerjaan terlalu cepat tanpa melihat keseluruhan paket kompensasi. Misalnya, beberapa perusahaan yang memiliki gaji lebih rendah justru menawarkan bonus atau opsi saham yang lebih besar atau membayar seluruh biaya asuransi kesehatan.

Ingat juga, bahwa kamu harus bisa menegosiasikan satu atau dua elemen dari penawaran untuk membuatnya lebih kuat.

Meminta terlalu banyak pada tawaran balasan
Jika kamu memiliki minat yang kuat pada pekerjaan tersebut dan atasan kamu cocok, tetapi tawaran tersebut tidak sesuai dengan yang kamu harapkan, kamu bisa mempertimbangkan untuk membuat proposal tawaran balasan.

Jika kamu memutuskan untuk membuat proposal tandingan, ingatlah bahwa kamu hanya harus memilih satu atau dua elemen terpenting. Kamu tidak bisa menegosiasikan setiap aspek penawaran.

Jika gajinya terlalu rendah, fokuslah pada aspek itu dalam penawaran balasan. Jika kamu tahu perusahaan tidak akan menegosiasikan gaji, maka fokuslah untuk mengubah beberapa persyaratan lain dari penawaran tersebut, seperti waktu liburan tambahan, bonus tahunan, hingga biaya kesehatan. Ingatlah bahwa kamu tidak dapat mencoba untuk menegosiasikan seluruh penawaran.

Baca juga: Gaji Kecil Bukan Alasan Malas Menabung, Begini Caranya!

Sakit hati terhadap negosiasi gaji
Apa pun yang kamu lakukan dalam proses ini, selalu bersikaplah profesional dalam menangani negosiasi. Jika perusahaan telah mengajukan penawaran kepada kamu, maka kamu adalah kandidat terpilih mereka yang merupakan finalis juara untuk posisi tersebut.

Jadi meskipun negosiasi tidak berhasil, lanjutkan dengan anggun dan berterima kasih kepada pemberi kerja atas kesempatannya. Jangan pernah rusak hubungan profesional. Hal ini akan berdampak bagi kamu ke depannya.

Jika kamu mengikuti emosi sakit hati dan menunjukkannya, saat kamu menerima pekerjaan kamu tidak akan bisa bekerja optimal.

Begitu pula sebaliknya, jika kamu tidak menerima pekerjaan tersebut, bisa saja suatu saat jika perusahaan memiliki penawaran yang lebih tinggi, kamu akan diabaikan dan mencari kandidat lain.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply