Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Tuesday, October 27, 2020
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Hindari 9 Kesalahan Negosiasi Gaji Ini Saat Wawancara Kerja (Bagian 1)

Dok. AARP

Topcareer.id – Mengetahui taktik negosiasi gaji itu penting untuk menghindari ranjau negosiasi gaji. Menguasai strateginya akan menjadi kunci untuk mendapatkan tawaran pekerjaan yang kamu cari dan pantas.

Ada sejumlah teknik negosiasi gaji yang bisa kamu pakai untuk menghindari kesalahan yang dapat mengakibatkan tawaran gaji jadi jauh lebih rendah, atau membuatmu kehilangan tawaran pekerjaan karena kamu terlalu ngotot memperjuangkannya.

Berikut hal-hal yang harus kamu hindari saat negosiasi gaji ketika melamar pekerjaan.

Bagian pertama dari artikel.

Menetap / tidak bernegosiasi
Mungkin kesalahan terbesar yang bisa kamu buat adalah memutuskan untuk menerima tawaran apa pun yang bisa kamu terima meski ala kadarnya.

Penelitian menunjukkan bahwa pencari kerja yang lebih muda, pencari kerja perempuan, dan pencari kerja yang sangat membutuhkan pekerjaan sering melakukan kesalahan ini.

Ini bisa terjadi karena sang pelamar tidak sepenuhnya memahami proses negosiasi atau karena takut dengan gagasan untuk bernegosiasi.

Menetapkan gaji yang lebih rendah daripada nilai kamu memiliki beberapa konsekuensi finansial negatif yang besar. Kamu bisa mundur secara finansial, tetapi juga menggerogoti dirimu sampai akhirnya kamu mulai benar-benar tidak menyukai pekerjaan atau atasan kamu.

Baca juga: Belum dapat Transferan Subsidi Gaji? Coba Lakukan Ini

Mengungkap berapa banyak yang kamu terima
Informasi adalah kunci untuk segala jenis negosiasi dan kesalahan umum yang dilakukan pencari kerja adalah terburu-buru memberi tahu calon atasan berapa gaji yang biasa kamu terima.

Memang sulit untuk tidak memberikan informasi ini, terutama jika perusahaan menanyakan riwayat gaji kamu. Dalam situasi ini, kamu perlu memutuskan dengan hati-hati bagaimana menangani situasi tersebut.

Semakin awal dan terburu-buru kamu memberikan informasi ini, akan semakin sedikit ruang bagi kamu untuk negosiasi gaji. Lebih baik sampaikan informasi tersebut ketika saatnya tiba dan sudah ditanya.

Selalu berusaha untuk tetap tidak berkomitmen ketika ditanya tentang persyaratan gaji karena masih terlalu dini dalam proses wawancara awal.

Berfokus pada kebutuhan pribadi/serakah
Kesalahan negosiasi gaji yang sangat umum adalah berfokus pada apa yang kamu butuhkan daripada value apa yang bisa kamu berikan kepada calon atasan.

Perusahaan tidak akan pernah ada yang peduli bahwa gaji kamu tidak bisa menutupi semua tanggungan atau biaya hidup kamu. Lakukan negosiasi gaji berdasarkan penelitian yang solid dan demonstrasi yang jelas tentang value yang akan kamu berikan bagi perusahaan.

Riset lemah
Dengan banyaknya variasi sumber gaji yang tersedia secara online, tidak ada alasan bagi kamu sebagai pencari kerja untuk tidak mengetahui nilai kamu pasar kerja.

Tentu saja kamu juga harus mencoba melakukan penelitian tentang perusahaan baru yang kamu lamar. Bahkan, jika kamu memutuskan tidak ingin menegosiasikan gaji, kamu akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang perusahaan dan bisa menambah value kamu.

Baca juga: Gaji Kecil Bukan Alasan Malas Menabung, Begini Caranya!

Menanyakan gaji terlalu awal
Banyak pencari kerja yang terlalu dini dalam proses tersebut. Wawancara masih pada tahap awal tapi sudah bertanya tentang gaji dan kompensasi.

Waktu ideal untuk membicarakan gaji adalah ketika kamu adalah kandidat terakhir yang berdiri dan kamu mendapatkan tawaran pekerjaan. Pada saat itulah kamu akan memiliki bargaining position yang baik untuk menanyakan lebih spesifik tentang gaji, bonus, komisi, asuransi kesehatan, dan fasilitas lainnya.

Menanyakan gaji pada titik mana pun di awal proses wawancara dapat dianggap terlalu berfokus pada uang dan bisa menyebabkan kamu batal diterima. Gaji tidak dapat, tawaran pekerjaan pun lepas.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply