Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Friday, October 30, 2020
redaksi@topcareer.id
Profesional

Rencana NASA Kembali Ke Bulan Telan Biaya Hingga USD 28 miliar

Sumber foto: nbcnews.com

Topcareer.id – NASA belum lama ini telah mengungkapkan rencana terbarunya untuk mengirim kembali astronot ke Bulan pada tahun 2024.

Rencana ini memerlukan biaya yang tidak sedikit, yakni sebesar USD 28 miliar, dan USD 16 miliar di antaranya akan dihabiskan untuk modul pendaratan di bulan.

Kongres yang akan menghadapi pemilihan Presiden pada 3 November 2020, harus menandatangani pembiayaan untuk proyek yang telah ditetapkan oleh Presiden Donald Trump ini sebagai prioritas utama. Biaya USD 28 miliar itu akan menutupi tahun anggaran 2021-25.

Dalam teleconference dengan wartawan tentang misi Artemis untuk mengembalikan manusia ke Bulan, administrator NASA Jim Bridenstine mencatat bahwa “risiko politik” sering kali menjadi ancaman terbesar bagi pekerjaan NASA, terutama sebelum pemilihan yang begitu penting.

Barack Obama pernah membatalkan rencana untuk misi Mars berawak, setelah pendahulunya menghabiskan miliaran dolar untuk proyek tersebut.

“Jika Kongres menyetujui tahap pertama sebesar USD 3,2 miliar sebelum Natal, kami masih akan tetap berada di jalur untuk pendaratan di bulan 2024,” kata Bridenstine.

Baca juga: Pizza Hut, Restoran Pertama yang Kirim Pizza ke Luar Angkasa

Tiga proyek berbeda bersaing untuk menyediakan pendarat bulan yang akan membawa dua astronot, salah satunya seorang wanita.

Yang pertama sedang dikembangkan oleh Blue Origin, didirikan oleh CEO Amazon Jeff Bezos, bekerja sama dengan Lockheed Martin, Northrop Grumman dan Draper. Dua proyek lainnya sedang dikerjakan oleh SpaceX Elon Musk dan oleh perusahaan Dynetics.

Penerbangan pertama, Artemis I, dijadwalkan pada November 2021, tidak akan berawak. Roket SLS raksasa baru yang saat ini dalam tahap uji coba, akan lepas landas untuk pertama kalinya dengan kapsul Orion.

Artemis II, pada tahun 2023, akan membawa astronot mengelilingi Bulan tetapi tidak akan mendarat.

Akhirnya, Artemis III akan setara dengan Apollo 11 pada tahun 1969, tetapi nantinya akan tinggal di Bulan lebih lama yakni selama seminggu dan akan mencakup dua hingga lima aktivitas luar angkasa.

Baca juga: Hotel Mewah Pertama Di Luar Angkasa Segera Dibuka

“Ilmu yang akan kami lakukan benar-benar sangat berbeda dari apa pun yang kami lakukan sebelumnya,” kata Bridenstine.

“Kami harus ingat selama era Apollo, kami mengira bahwa Bulan itu kering kerontang. Sekarang kami tahu bahwa ada banyak air es yang berada di Kutub Selatan Bulan,” pungkasnya.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply