Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Saturday, October 24, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Menaker Ida Sampaikan Surat Terbuka untuk Buruh Cegah Mogok Kerja, Ini Isinya

Dok/Kemnaker

Topcareer.id – Para buruh berencana melakukan aksi mogok kerja nasional pada 6-8 Oktober sebab aspirasinya soal penolakan RUU Cipta Kerja yang kini disahkan DPR, tidak didengar. Untuk mencegah aksi mogok itu, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyampaikan surat terbuka untuk para buruh yang menentang UU Cipta Kerja.

Surat Terbuka Menaker Ida Kepada Serikat Pekerja/Serikat Buruh berjudul “Hati Saya Bersama Mereka yang Bekerja dan yang Masih Menganggur” ini diupload di Instagram resmi Kemenaker pada Senin (5/10/2020) malam yang bertujuan untuk mengimbau para buruh untuk tidak melakukan mogok kerja pada Selasa (6/10/2020).

Dalam surat terbuka itu, Menaker Ida mengatakan bahwa pihaknya sudah berusaha berdialog dengan Serikat Pekerja/Buruh soal RUU Cipta Kerja, mendengar aspirasi buruh melalui lembaga ataupun secara informal. Berikut isi surat terbuka yang disampaikan Menaker Ida kepada para jutaan buruh yang berencana mogok kerja hingga 8 Oktober 2020.

Baca Juga: Menaker: Lebih dari 3,5 Juta Pekerja Terdampak Covid-19

Kepada teman-teman serikat pekerja/serikat buruh

Sejak awal 2020 kita telah mulai berdialog tentang RUU Cipta Kerja, baik secara formal melalui lembaga Tripartit, maupun secara informal. Aspirasi kalian sudah kami dengar, sudah kami pahami. Sedapat mungkin aspirasi ini kami sertakan menjadi bagian dari RUU ini. Pada saat yang sama kami juga menerima aspirasi dari berbagai kalangan.

Saya berupaya mencari titik keseimbangan antara melindungi yang telah bekerja dan memberi kesempatan kerja pada jutaan orang yang masih menganggur, yang tak punya penghasilan dan kebanggaan. Tidak mudah memang, tapi kami perjuangkan dengan sebaik-baiknya.

Saya paham ada di antara teman-teman yang kecewa atau belum puas. Saya menerima dan mengerti. Ingatlah, hati saya bersama kalian dan bersama mereka yang masih menganggur.

Terkait rencana mogok nasional, saya meminta agar dipikirkan lagi dengan tenang karena situasi jelas tidak memungkinkan untuk turun ke jalan, untuk berkumpul. Pandemi covid masih tinggi, masih belum ada vaksinnya.

Pertimbangkan ulang rencana mogok itu. Bacalah secara utuh RUU Cipta Kerja ini. Banyak sekali aspirasi teman-teman yang kami akomodir. Soal PKWT, outsourcing, syarat PHK, itu semua masih mengacu pada undang-undang lama. Soal upah juga masih mengakomodir adanya UMK. Jika teman-teman ingin 100 persen diakomodir, itu tidak mungkin. Namun bacalah hasilnya. Akan terlihat bahwa keberpihakan kami terang benderang.

Karena sudah banyak yang diakomodir, maka mogok menjadi tidak relevan. Lupakanlah rencana itu. Jangan ambil risiko membahayakan nyawa kalian, istri, suami dan anak-anak di rumah. Mereka wajib kita jaga agar tetap sehat.

Saya mengajak kita kembali duduk bareng. Dengan semangat untuk melindungi yang sedang bekerja dan memberi pekerjaan bagi yang masih nganggur. Saya dengan antusias menunggu kehadiran teman-teman di meja dialog, bukan di jalanan. Saya percaya kita selalu bisa menemukan jalan tengah yang saling menenangkan. Kita sedang berupaya menyalakan lilin dan bukan menyalahkan kegelapan.

Salam sayang saya kepada keluarga di rumah. Tetaplah sehat. Kitarawatkita**(RW)

Leave a Reply