Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Tuesday, October 27, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Selama Pandemi, Angkasa Pura II Mampu Berhemat Hingga Rp 1,8 Triliun

Dok: Angkasa Pura II

Topcareer.id – Dalam menghadapi krisis akibat pandemi Covid-19, PT Angkasa Pura II (Persero) menjalankan business survival, di mana strategi ini menjalankan tiga program penghematan yang aktif sejak April 2020 lalu. Berkat strategi itu, AP II berhasil hemat hingga Rp 1,8 triliun selama pandemi.

Tiga program strategi business survival, yakni penghematan (cost leadership), penyesuaian terhadap belanja modal (capex disbursement), dan memperketat manajemen arus kas (cash flow management).

Program tersebut hingga saat ini berjalan sesuai dengan yang diharapkan dan sampai Q3/2020  memberikan dampak terhadap pencapaian kinerja EBITDA perseroan yang masih positif.

Melalui program cost leadership, penghematan yang dilakukan PT Angkasa Pura II sepanjang Januari–September 2020 bisa mencapai sekitar Rp 1,8 triliun dari alokasi biaya usaha perseroan pada RKAP 2020.

“Dari anggaran biaya operasional yang sudah disiapkan pada awal tahun ini, kami dapat melakukan penghematan sekitar Rp 1,8 triliun. Penghematan merupakan salah satu kunci dalam menghadapi tantangan pandemi Covid-19,” kata President Director PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin dalam siaran pers, Selasa (6/10/2020).

Baca juga: Angkasa Pura Turunkan Biaya Rapid Test Jadi Rp 85 Ribu

Penghematan yang dilakukan perseroan di 19 bandara misalnya adalah penggunaan air dan listrik. Sepanjang April-September 2020 perseroan dapat menghemat konsumsi air hingga 56% dari yang dianggarkan pada awal tahun, sementara itu penggunaan listrik dapat dihemat sebesar 42,75%.

Adapun di Bandara Soekarno-Hatta, efisiensi dilakukan dengan penyesuaian pola operasional. Saat ini Bandara Soekarno-Hatta beroperasi melayani traveler di Terminal 2D, 2E dan Terminal 3. Sementara itu melihat tren penerbangan yang ada, Terminal 1 dan Terminal 2F tidak melayani penerbangan untuk sementara waktu.

Secara umum, anggaran tahun ini bisa dihemat dari efisiensi operasional untuk fasilitas non-prioritas. Di sisi lain, fasilitas prioritas untuk kepatuhan 3S+1C tetap dioperasikan secara penuh.

“Penyesuaian pola operasional dilakukan di bandara-bandara PT Angkasa Pura II dengan tetap memperhatikan aspek pelayanan, keamanan dan keselamatan penerbangan,” jelas Muhammad Awaluddin.

Capex disbursement

Muhammad Awaluddin mengatakan program capex disbursement perseroan juga berjalan lancar. Melalui program ini, capex yang ditetapkan sebesar Rp 7,8 triliun pada awal tahun ini ditekan menjadi hanya Rp 712 miliar.

Baca juga: Pertumbuhan Penumpang Angkasa Pura I Capai 44,1% pada Agustus 2020

Capex tahun ini kemudian hanya difokuskan untuk proyek yang bersifat multiyears, pemeliharaan fasilitas guna menjamin keamanan, keselamatan, pelayanan, serta perencanaan desain Terminal 4 Bandara Soekarno-Hatta.

Kemudian, PT Angkasa Pura II juga fokus pada manajemen arus kas (cash flow management) dengan memperhatikan serta menyeimbangkan aliran cash in dan cash out.**(Feb)

Leave a Reply