Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Friday, October 30, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

IDI Mencatat 136 Dokter Meninggal Akibat Covid-19

Tenaga medis rawat pasien Covid-19. (dok. istimewa)

Topcareer.id – Duka dan kekhawatiran terus menyelimuti para tenaga medis Indonesia. Dalam waktu dua pekan Oktober, sudah ada 9 dokter meninggal dunia dengan total 136 dokter wafat akibat Covid. Untuk itu, Tim Mitigasi IDI ajak semua pihak untuk patuhi protokol kesehatan demi keselamatan diri dan tim medis.

Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat 136 dokter yang wafat akibat Covid-19 hingga saat ini terdiri dari 69 dokter umum (4 guru besar), dan 63 dokter spesialis (5 guru besar), serta 2 residen yang berasal dari 18 IDI Wilayah (provinsi) dan 61 IDI Cabang (kota/kabupaten).

Wakil Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar (PB) IDI, dr. Ari Kusuma Januarto, SpOG(K) mengatakan, berbulan-bulan setelah pandemi, kematian tenaga medis dan tenaga kesehatan masih terjadi dengan angka kematian yang semakin mengkhawatirkan.

Ia menyampaikan, sudah ratusan tenaga medis dan tenaga kesehatan di Indonesia meninggal dalam tugas pelayanan yang terpapar Covid-19, ini adalah situasi krisis dalam pelayanan kesehatan saat ini. Setiap tenaga medis dan tenaga kesehatan memiliki hak untuk merasa aman di tempat kerjanya.

Baca Juga: Kenapa Banyak Tenaga Medis Tertular Covid-19?

“Harus ada kerja sama menyeluruh baik dari pemerintah dan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan sehingga para tenaga medis dan tenaga kesehatan dapat melanjutkan pekerjaan penting mereka tanpa mempertaruhkan nyawa mereka sendiri,” kata Ari dalam siaran pers yang diterima Topcareer.id, Kamis (15/10/2020).

“Tidak hanya masyarakat, namun kami juga menginginkan pandemi ini cepat berlalu. Situasi ini tidak akan pernah selesai apabila tidak ada kerjasama penuh dari masyarakat sebagai garda terdepan.”

Ketua Tim Pedoman dan Protokol Kesehatan dari Tim Mitigasi PB IDI, Dr dr Eka Ginanjar, SpPD-KKV  mengatakan bahwa banyak masyarakat terlihat masih setengah hati dalam menjalankan protokol kesehatan.

 “Misalnya dengan memasang masker di bawah dagu, berkumpul tanpa mengenakan masker, jarang mencuci tangan, abai berganti pakaian setelah beraktifitas di luar rumah, dan masih banyak lagi,” jelas dia.

Baca Juga: Tenaga Medis Hingga Relawan Terkena Covid-19 Dapat Jaminan Kecelakaan Kerja

Ia melanjutkan, saat ini yang harus diwaspadai adalah orang yang terinfeksi Covid-19 tetapi tidak bergejala atau hanya bergejala ringan. Mereka adalah orang yang merasa baik-baik saja padahal sebenarnya membawa virus ini, biasanya belum pernah melakukan testing Covid-19.

Mereka kemudian, kata Eka, melakukan aktivitas di luar rumah dengan mengabaikan protokol kesehatan, lalu menularkannya pada orang lain yang rentan.

“Sementara bagi orang yang mengalami gejala seperti flu walaupun hanya ringan, janganlah meremehkan hal ini. Hindari keluar rumah ataupun berkumpul dan segera lakukan testing. Dalam banyak hal, orang-orang masih sulit mempercayai keberadaan COVID-19 saat ini,” kata Eka.

Eka melanjutkan, perlu diketahui walaupun sebagian besar tanpa gejala atau gejala ringan, tetapi ketika menginfeksi tubuh bisa menimbulkan reaksi badai peradangan yang bisa menimbulkan kondisi berat hingga kematian.

“Virus ini tidak bisa terbang pindah sendiri tetapi manusialah yang membawanya kemana-mana. Dan hingga vaksin yang efektif dan aman ditemukan, maka tidak ada pencegahan yang lebih baik daripada protokol kesehatan. Bukan hanya untuk keselamatan Anda sendiri, dan tetapi juga untuk orang di sekitar Anda, orang-orang yang Anda sayangi, kerabat, teman kerja dan masyarakat secara luas.”**(RW)

Leave a Reply