Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Friday, October 30, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Kena Kutuk, Wanita Ini Kembalikan Benda Kuno yang Dicurinya

Ilustrasi. Dok/Science

Topcareer.id – Seorang wanita asal Kanada baru-baru ini mengembalikan potongan artefak dari kota Pompeii Italia, yang sempat dicurinya sekitar 15 tahun lalu.

Dalam sepucuk surat yang mengiringi artefak tersebut, wanita bernama Nicole itu menceritakan bagaimana benda-benda kuno tersebut membawa kutukan ke dalam hidupnya.

“Tolong, bawa benda-benda ini kembali. Mereka membawa kutukan,” tulisnya.

Seperti dilansir dari ilmessaggero, Nicole memastikan bahwa semua artefak yang ia ambil, yakni dua ubin mosaik, bagian dari sebuah amphora, dan sepotong keramik telah dikembalikannya, kecuali satu artefak yang sudah terlanjur ia berikan kepada temannya.

“Kami adalah orang baik, dan saya tidak ingin meneruskan kutukan ini kepada keluarga saya, anak-anak saya atau diri saya sendiri lagi. Maafkan tindakan ceroboh saya, yang saya lakukan bertahun-tahun yang lalu.”

Baca juga: Aksi Kocak Pencuri: Nonton Film Porno, Masak Mie Instan, hingga Minta Password Wi-Fi

Menurut Nicole, sejak mengambil barang-barang itu, ia kerap mengalami serangkaian nasib buruk, termasuk serangan kanker payudara.

Terkait kasus ini, seorang juru bicara taman arkeologi mengatakan bahwa Nicole bukanlah orang pertama yang mengembalikan artefak milik pompeii. 

Ia mengungkap, setidaknya ada sekitar seratus kasus serupa, di mana para wisatawan mengembalikan artefak Pompeii yang dicurinya, setelah mengalami kutukan.

Bahkan, saking banyaknya, pengelola taman tersebut sampai mendirikan museum untuk memajang barang-barang yang dikembalikan, beserta surat-surat permintaan maafnya.

Seperti diketahui, pada 79 M, batu panas, abu vulkanik, dan gas berbahaya telah mengubur kota Pompeii beserta sebagian besar penduduknya ketika Gunung Vesuvius meletus. Tragedi mengerikan ini masih banyak dibicarakan orang hingga saat ini. 

the authorFeby Ferdian

Leave a Reply