Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Monday, November 30, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

IMF: Pandemi Bikin Orang Miskin Makin Miskin

Ilustrasi. (dok. Daily Mail)

Topcareer.id – IMF memperingatkan, akibat pandemi virus corona, lebih dari 90 juta orang di dunia dipaksa ke dalam kehidupan yang kekurangan ekstrim tahun ini karena negara miskin dan berkembang paling terpukul oleh pandemi, IMF memperingatkan.

Dalam Prospek Ekonomi Dunia terbaru, diperkirakan pandemi akan merusak kemajuan puluhan tahun dalam mengurangi ketidaksetaraan dan kemiskinan global, dan akan meninggalkan negara-negara termiskin yang terkena dampak paling parah.

Laporan tersebut memperkirakan kontraksi global dalam produk domestik bruto (PDB) sebesar -4,4% pada tahun 2020, sedikit lebih positif dari perkiraan terakhirnya pada bulan Juni, diikuti oleh pemulihan sebesar 5,2% pada tahun 2021, meninggalkan produksi global lebih kecil daripada sebelum pandemi di 2019.

Baca Juga: ILO: Pandemi Corona Sebabkan 25 Juta Pengangguran di Dunia

Sementara IMF mengatakan dampak ekonomi negatif dari COVID-19 telah benar-benar global tanpa ada negara yang terhindar, namun lebih dari 150 negara yang tidak diklasifikasikan sebagai negara maju akan terkena dampak paling buruk.

Pertumbuhan pendapatan per kapita untuk negara miskin dan negara berkembang akan lebih rendah daripada di negara maju. Dan perempuan, kaum muda serta mereka yang berpenghasilan rendah akan paling menderita.

“Orang miskin semakin miskin dengan hampir 90 juta orang di dunia diperkirakan akan jatuh ke dalam kekurangan ekstrim tahun ini. Pendakian dari bencana ini kemungkinan besar akan berlangsung lama, tidak merata, dan sangat tidak pasti,” kata Gita Gopinath, kepala ekonom IMF.

Laporan tersebut juga meneliti dampak dari tindakan lockdown di seluruh dunia, disimpulkan bahwa lockdown memang efektif dalam mengurangi tingkat infeksi, namun menghapus aturan lockdown juga tetap bisa memicu pemulihan selama konsumen mempraktikkan jarak fisik secara sukarela dan disiplin.

Gopinath mendesak pemerintah di seluruh dunia untuk terus mendanai dukungan ekonomi dan paket stimulus pada masyarakatnya.

Ketidakpastian besar tetap ada, dan prospek ekonomi tidak dapat dipisahkan dari pandemi yang berlangsung dan usaha pembuatan vaksin.

Jika lockdown terus menerus diberlakukan untuk menekan penyebaran virus, dampak pada kegiatan ekonomi akan parah, dan kemungkinan diperkuat oleh gejolak pasar keuangan yang parah.**(RW)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply