Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Thursday, November 26, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Akhirnya TikTok Beri Penjelasan ke Pengguna Soal Alasan Video Dihapus

Sumber foto: foxbusiness.com

Topcareer.id – TikTok telah memperbarui pedoman komunitasnya sehingga video dari orang-orang yang telah mengupload dan dihapus oleh platform sekarang akan diberi tahu alasannya.

“Selama beberapa bulan terakhir, kami telah bereksperimen dengan sistem notifikasi baru untuk memberikan kejelasan lebih lanjut kepada para pembuat tentang penghapusan konten,” kata TikTok dalam sebuah posting blog mengutip laman Independent.

“Tujuan kami adalah untuk meningkatkan transparansi dan pendidikan seputar Pedoman Komunitas kami untuk mengurangi kesalahpahaman tentang konten di platform kami”

Perusahaan aplikasi video viral ini mengklaim bahwa tindakan penegakannya telah mengurangi tingkat pelanggaran berulang, dan kunjungan untuk membaca Pedoman Komunitas perusahaan meningkat hampir tiga kali lipat.

Baca Juga: Pakistan Blokir Aplikasi TikTok Atas Konten Yang Tidak Bermoral

TikTok mengatakan sekarang telah meluncurkan perubahan tersebut secara global. Selain pembaruan ini, TikTok mendeteksi konten yang mungkin terkait dengan tindakan menyakiti diri sendiri atau bunuh diri.

Jika iya, perusahaan akan memberikan tautan ke organisasi spesialis, seperti Befrienders Worldwide, dan daftar pertanyaan yang sering diajukan untuk dicoba dan mengarahkan pengguna ke sumber daya yang bermanfaat.

Dalam laporan transparansi sejak Juli 2020, TikTok mengatakan telah menghapus lebih dari 49 juta video dalam enam bulan sebelumnya.

Lebih dari seperempat video dihapus karena mengandung konten dewasa (nudity) dan tindakan seksual, sementara yang lain dihapus karena menggambarkan perilaku berbahaya atau ilegal oleh anak di bawah umur seperti alkohol atau narkotika yang lebih serius.

TikTok juga mengambil sikap yang lebih kuat terhadap konten antisemit dan Islamofobia, dengan menghapus video dan tagar yang menyebarkan informasi yang salah dan stereotip negatif.**(RW)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply