Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Monday, November 30, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Realisasi Bantuan Sosial Tunai sudah Mencapai 82%

Dok/Pos Indonesia

Topcareer.id – Pemerintah melalui Kementerian Sosial mengupayakan bantuan sosial di tengah pandemi Covid-19, salah satunya lewat Bantuan Sosial Tunai untuk 9 juta masyarakat tidak mampu. Tercatat, realisasi Bantuan Sosial Tunai Capai 82%, untuk jaga daya beli masyarakat.

Bantuan Sosial Tunai tersebut telah dilakukan dalam 2 gelombang dari bulan April hingga Desember 2020 nanti. Gelombang pertama (April-Juni) penerima manfaat mendapatkan Rp 600.000 per KK per bulan. Kemudian pada gelombang kedua yang berlangsung dari Juli-Desember, telah disesuaikan menjadi Rp 300.000 per KK per bulan.

“Kami berterima kasih kepada semua bupati, walikota, gubernur, camat, kepala desa, lurah, kemudian aparat, yang bahu membahu menyalurkan bantuan, sehingga apa yang sebelumnya kita perkirakan sebagai tantangan luar biasa, pada akhirnya bisa kita laksanakan dengan baik,” kata Asep Sasa Purnama, Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kemensos, dalam siaran pers, Senin (26/10/2020).

Lebih lanjut, Asep Sasa Purnama menjelaskan bahwa Bantuan Sosial Tunai tidak hanya berdampak sosial semata-mata bagi keluarga penerima manfaat, tapi juga berdampak ekonomi yang lebih besar lagi.

Dengan adanya Bantuan Sosial Tunai ini, terjadi sirkulasi uang secara nasional dengan jumlah Rp 32,4 Triliun atau sekitar Rp 2 triliun tiap bulannya, dan mampu membantu menggerakkan kegiatan ekonomi di tingkat akar rumput.

Baca juga: Hingga 22 Oktober, Kemendikbud Salurkan 35,7 Juta Bantuan Kuota Internet

Pada sisi penyaluran, PT. Pos selaku mitra Kemensos memanfaatkan 4.500 cabang kantor pos di seluruh Indonesia sebagai titik pengambilan Bantuan Sosial Tunai tersebut. PT. Pos juga telah menjalin koordinasi dengan komunitas setempat, RT, RW, atau banjar dan bekerjasama menyalurkan Bantuan Sosial Tunai ini.

Bahkan, bagi penerima manfaat yang tidak bisa mendatangi titik pengambilan, petugas pos akan mendatangi langsung dan mengantar Bantuan Sosial Tunai, seperti bagi mereka yang telah lanjut usia, sakit atau tinggal di desa-desa terpencil.

 “Kami sudah berhasil menyalurkan Bantuan Sosial Tunai ini ke 483 kota, 514 Kabupaten, 7094 Kecamatan, dan 83.447 desa. Alhamdulilah dengan jumlah yang masif tersebut, kita telah sampai pada tahap ke-6, tercapai 96,79% dana yang kita salurkan Rp 21,5 Triliun,” kata Direktur Utama PT. Pos Indonesia, Faizal Rochmad Djoemadi.

“Sisanya karena ada yang sudah meninggal maupun pindah alamat, itu kita kembalikan ke Kemensos dan diganti dengan data baru yang akan diberikan di periode berikutnya.”

PT. Pos Indonesia pun optimis realisasi penyaluran Bantuan Sosial Tunai ke 9 juta keluarga penerima manfaat ini akan selesai pada minggu pertama bulan Desember 2020.

Baca juga: Setelah Subsidi Gaji, Kemnaker Berikan Bantuan Program Jaring Pengaman Sosial (JPS)

Hingga tahap ke-6 bulan September lalu, PT. Pos telah menjangkau 8,6 juta keluarga penerima manfaat di seluruh wilayah di Indonesia, termasuk ke wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) yang terkenal sulit untuk disentuh akibat keterbatasan sarana transportasi dan cuaca untuk menuju ke sana.**(Feb)

Leave a Reply