Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sunday, November 29, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Donald Trump Klaim Wabah Corona di AS sebagai Konspirasi Media Berita Palsu

Topcareer.id – Presiden Donald Trump pada hari Senin (26/10) mengklaim wabah virus corona yang memburuk di Amerika Serikat adalah “Konspirasi Media Berita Palsu,” termasuk angka rawat inap di Rumah Sakit yang terus meningkat.

“Corrupt Media Conspiracy” selalu tinggi, kata Trump dalam tweetnya Senin pagi (9/26/10). “Tanggal 4 November nanti topiknya akan berubah total,” tambahnya, merujuk pada hari setelah pemilihan presiden.

Tweet Trump datang ketika AS melaporkan jumlah kasus virus corona baru yang memecahkan rekor. Pada hari Minggu (25/10), negara itu melaporkan rata-rata mingguan sekitar 68.767 kasus baru setiap hari, rata-rata tujuh hari tertinggi yang tercatat, menurut data Universitas John Hopkins.

AS melaporkan 60.789 kasus Covid baru pada Minggu setelah kasus harian mencapai 83.757 pada hari Jumat, melewati rekor terakhir sekitar 77.300 kasus yang terlihat pada 16 Juli lalu.

Trump, yang dites positif terkena virus awal bulan ini, telah berulang kali meremehkan virus itu dan bersikeras bahwa AS memiliki lebih banyak kasus daripada negara lain hanya karena negara itu menguji lebih banyak orang. Tetapi, pejabat kesehatan masyarakat dan ahli penyakit menular membantah klaim itu, dengan mengatakan tingkat tes yang positif dan rawat inap keduanya memang benar meningkat di beberapa negara bagian.

Baca juga: Pekerja dengan Bayaran Tertinggi di Gedung Putih Amerika Serikat

Tingkat positif AS secara keseluruhan, atau persentase tes Covid-19 yang kembali positif, berada di angka 6,2%, naik dari sekitar 5,2% minggu lalu.

Selain itu, rawat inap Covid-19 tumbuh 5% atau lebih di 34 negara bagian pada hari Minggu, menurut analisis data CNBC yang dikumpulkan oleh Proyek Pelacakan Covid.

Terlalu banyak negara bagian yang mengalami peningkatan kasus secara eksponensial, dan itu sekarang mengarah ke rumah sakit dan ICU yang hampir atau melebihi kapasitas.

Tedros Adhanom Ghebreyesus, direktur jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan bahwa sekarang adalah saatnya untuk mengambil tindakan cepat untuk cluster yang muncul.

“Kami mendesak para pemimpin di seluruh dunia untuk segera mengambil tindakan untuk mencegah kematian yang tidak perlu,” ujarnya.

Mantan komisaris Trump untuk Food and Drug Administration (FDA), Dr. Scott Gottlieb, memperingatkan bahwa AS “berada pada titik kritis” dalam pandemi.

“Kita mungkin akan melihat epidemi yang sangat padat. Saya pikir kita sekarang berada di titik puncak dari apa yang akan menyebar secara eksponensial di beberapa bagian negara,” kata Gottlieb.

Baca juga: Laris Manis, Ekspor Furnitur ke Amerika Serikat Melonjak 51,3% Saat Pandemi

Pejabat kesehatan masyarakat dan ahli medis juga mengatakan virus yang tidak terkontrol selama musim gugur dan musim dingin dapat menyebabkan peningkatan tajam kematian.

Institute for Health Metrics and Evaluation kini memproyeksikan akan ada lebih dari 385.600 kematian akibat Covid-19 pada 1 Februari 2021. Proyeksi tersebut dapat memburuk jika negara bagian meringankan aturan penggunaan masker wajah.

“Saya menyadari bahwa kita semua bosan dengan dampak Covid-19 terhadap hidup kita,” Jay Butler, wakil direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular, mengatakan kepada media.

“Kami lelah memakai masker, tapi itu harus terus menjadi sama pentingnya seperti sebelumnya, bahkan lebih penting,” pungkasnya.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply