Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sunday, November 29, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Akselerasi Pembangunan SDM, Kemnaker akan Bangun BLK Pusat di Setiap Provinsi

Dok/Kemnaker

Topcareer.id – Guna mengakselerasi pembangunan Sumber Daya Manusia, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berencana membangun Balai Latihan Kerja (BLK) yang dikelola langsung oleh Kemnaker di setiap provinsi yang ada di Indonesia.

“Kami akan menerapkan kebijakan transformasi BLK pada tahun 2021. Transformasi BLK adalah strategi perubahan BLK secara terstruktur dan masif dari segi kelembagaan, sarana dan fasilitas, substansi pelatihan, dan persepsi, sehingga memberikan dampak yang signifikan bagi ketenagakerjaan nasional,” ujar Dirjen Binalattas Kemnaker, Budi Hartawan, Senin (02/11/2020).

Sebelumnya, Kemnaker telah menerapkan program reorientasi, revitalisasi, dan rebranding BLK atau lebih dikenal dengan program 3R. Dimana program yang yang telah dijalankan mulai tahun 2016 lalu bertujuan untuk memperkuat akses dan mutu pelatihan vokasi, sehingga dapat menciptakan SDM kompeten sesuai kebutuhan industri dalam jumlah yang memadai.

“Nah, transformasi BLK ini merupakan kelanjutan dari konsep 3R, yang telah kita lakukan di 5 BBPLK yaitu BBPLK Bekasi, BBPLK Serang, BBPLK Bandung, BBPLK Semarang, dan BBPLK Medan,” jelas Budi.

Baca juga: Arus Peti Kemas di Pelabuhan Indonesia II Naik 11,28% di September 2020

Lebih lanjut, Budi mengatakan nantinya transformasi BLK ini akan menerapkan 4R yaitu reformasi kelembagaan, rebranding persepsi, redesain substansi pelatihan, serta revitalisasi sarana dan prasarana.

“Reformasi kelembagaan juga mencakup penyiapan kompetensi instruktur dan tenaga pelatihan, baik lembaga pelatihan milik pemerintah dan swasta, khususnya dalam pengembangan kurikulum dan metode pelatihan berbasis online, serta integrasi sistem pelatihan dan penempatan tenaga kerja,” tambahnya.

Sedangkan dari sisi rebranding persepsi, Kemnaker akan melakukan beberapa langkah yang bisa memperkuat sinergitas industri dan UMKM. Di antaranya membuka peluang program pemagangan luar negeri ke negara selain Jepang dan melakukan kampanye pelatihan vokasi dan BLK secara masif.

Sementara itu, dari sisi redesain substansi pelatihan, akan dilakukan pengembangan dan penerapan teknologi digital untuk layanan pelatihan dan sertifikasi, implementasi Long term Training, fokus pelatihan pada sektor prioritas, penerapan fungsi peningkatan produktivitas di BLK, penyiapan peserta pemagangan luar negeri, dan menyiapkan program BLK Komunitas menjadi inkubasi bisnis dan kewirausahaan.

“Untuk revitalisasi sarana dan prasarana akan dilakukan pemberdayaan dan implementasi 3R BLK,” pungkas Budi.**(Feb)

the authorSherley Agnesia

Leave a Reply