Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sunday, November 29, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Ini yang Perlu Dilakukan Ketika Ada Orang Bersin atau Batuk di Sekitarmu

Sumber foto: Nearsay

Topcareer.id – Di musim hujan dan dalam kondisi pandemi, kita harus lebih hati-hati menjaga kesehatan tubuh, dan berupaya menghindari flu. Sayangnya, batuk dan bersin saat musim hujan seperti hal yang sering ditemui di sekitar kita.

Jadi, bagaimana seharusnya ketika ada orang bersin atau batuk di sekitar kita dan masih dalam kondisi pandemic ini? Apalagi mengingat bahwa Covid-19 terutama ditularkan dari orang ke orang melalui tetesan pernapasan dari bersin atau batuk.

Fredrick Sherman, seorang profesor di Mount Sinai School of Medicine, menawarkan tip baru dan bermanfaat untuk membantu mengekang penyebaran.

Baca Juga: Cegah Corona: Ini Cara Batuk dan Bersin yang Benar

“Segera buang napas untuk menghindari menghirup tetesan atau aerosol. Tutupi bibirmu untuk membuat napas bertahan lebih lama. Balikkan kepalamu sepenuhnya dari orang tersebut dan mulailah berjalan,” kata Sherman, seperti dalam laman Huffington Post.

Metode ini tidak akan secara pasti melindungimu dari Covid-19, tetapi metode ini dapat mengurangi seberapa banyak virus yang kamu temui jika orang yang batuk atau bersin kebetulan menular.

Kamu lebih cenderung sakit jika menghirup virus dalam dosis yang lebih tinggi, menurut The Atlantic. Jumlah waktumu terpapar partikel yang terinfeksi juga penting dalam hal penularan; semakin lama kamu berada di sekitar mereka, semakin banyak waktu virus masuk ke sistem tubuhmu.

Tentu saja ada langkah-langkah jangka panjang yang harus diambil untuk mengurangi risiko Covid-19. Bahkan di musim dingin, teruslah bersosialisasi di luar ruangan, meski cuaca sedang cerah.

Menurut CDC, kamu memiliki risiko lebih tinggi tertular virus di dalam ruangan daripada di luar ruangan, karena ventilasi dan ruang yang lebih sedikit, yang membuat orang lebih sulit untuk mengambil jarak secara sosial. Kamu juga harus waspada dalam menggunakan masker wajah.

Albert Ko, ketua departemen epidemiologi penyakit mikroba di Yale School of Public Health, mengatakan kepada The Atlantic bahwa orang-orang juga harus menerima bahwa masker wajah akan menjadi bagian dari hidup kita tanpa batas.

Beberapa ahli bahkan mengatakan penggunaan masker wajah dapat bertahan hingga tahun 2021, bahkan ketika sudah ada vaksinnya. “Dengan terus memakai masker, kita bisa fokus untuk meningkatkan keefektifannya dan membuatnya tidak terlalu mengganggu saat dipakai,” kata Ko.

Terakhir, lanjutkan untuk mencuci atau mensterilkan tanganmu serta area permukaan yang sering disentuh di rumah.**(RW)

Leave a Reply