Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sunday, December 6, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Inggris Jalani Uji Coba Besar Vaksin COVID-19 Untuk Ketiga Kalinya

Vaksin Covid-19. Sumber foto: cnbctv18.com

Topcareer.id – Suntikan vaksin dalam uji coba besar ketiga vaksin COVID-19 di Inggris dirancang oleh perusahaan Belgia Janssen, menggunakan virus flu biasa yang dimodifikasi secara genetik untuk melatih sistem kekebalan.

Hal ini terjadi seminggu setelah adanya kabar vaksin lain yang menawarkan perlindungan hingga 90%. Keberhasilan vaksin yang dikembangkan oleh Pfizer dan BioNTech telah menimbulkan kegembiraan global.

Perburuan vaksin Covid-19 terus berlanjut. “Sangat penting bagi kami untuk mengejar banyak vaksin berbeda dari banyak pabrik yang berbeda,” kata Prof Saul Faust, direktur Fasilitas Riset Klinis NIHR Southampton, Inggris yang menjalankan uji coba tersebut.

Dia menambahkan: “Kami hanya tidak tahu bagaimana masing-masing vaksin ini akan berperilaku dan kami tidak dapat memastikan pasokan vaksin akan efisien dan aman dari satu produsen.”

Uji coba telah melibatkan 6.000 orang di Inggris. Negara lain akan bergabung dalam upaya untuk menambah hingga 30.000 orang.

Separuh dari relawan akan diberikan dua dosis vaksin dengan selang waktu dua bulan. Janssen sudah memiliki satu percobaan vaksin berskala besar di mana sukarelawan mendapatkan satu dosis. Percobaan ini akan melihat apakah dua dosis akan bisa memberikan kekebalan yang lebih kuat dan tahan lama.

Diperlukan waktu enam hingga sembilan bulan sebelum hasilnya tersedia. Harapan untuk vaksin Janssen telah didukung oleh data awal Pfizer.

Vaksin Janssen yang menggunakan virus flu biasa yang dimodifikasi secara genetik agar tidak berbahaya dan lebih mirip virus corona pada tingkat molekuler bertujuan melatih sistem kekebalan untuk mengenali dan melawan virus corona.

Pendekatan ini mirip dengan vaksin yang dirancang oleh University of Oxford dan AstraZeneca, yang juga sedang diujicobakan di Inggris. Perbedaan kecilnya adalah vaksin Janssen menggunakan virus yang biasanya menginfeksi manusia dan Oxford menggunakan virus yang menginfeksi simpanse.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply