Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Saturday, December 5, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Gara-Gara Satu Orang Berbohong, Australia Selatan Harus Jalani Lockdown

Foto Ilustrasi (Pixabay)

Topcareer.id – Tindakan lockdown mendadak akibat pandemi virus corona selama enam hari di Australia Selatan ternyata dipicu oleh kebohongan seorang pria yang dites positif pada tim pelacak kontak (contact tracer).

Dengan fakta ini pembatasan di seluruh negara bagian tersebut akan dicabut lebih awal dari yang direncanakan, kata pihak berwenang pada hari Jumat (20/11) mengutip Reuters.

Pengumuman mengejutkan itu datang hanya dua hari setelah pemerintah negara bagian memerintahkan orang untuk tinggal di rumah dan menutup hampir seluruh bisnis untuk memerangi pandemi COVID-19 yang sangat menular.

Baca Juga: Wow, Australia Borong Vaksin Covid-19 Hingga Total 135 Juta Dosis

Perdana Menteri negara bagian Australia Selatan, Steven Marshall mengatakan pada konferensi pers di Adelaide bahwa seorang pria di sebuah bar pizza yang terkait dengan wabah tersebut mengatakan kepada contact tracer bahwa dia hanya pelanggan yang membeli pizza di sana dan merasa tertular. Padahal faktanya ia adalah pekerja shift di gerai makanan tersebut bersama rekan kerja lainnya di tempat itu yang juga sudah dites positif.

Pihak berwenang yang menerima pengakuan dari pria yang tidak disebutkan namanya itu menjadi berasumsi bahwa pria tersebut datang dari luar dan menjadi tertular virus dalam paparan yang sangat singkat. Hal ini tentu membuat tim contact tracer langsung meningkatkan kewaspadaan pada tingkat maksimum.

“Kisah mereka dan pria itu tidak sesuai. Kami mengejar mereka. Kami sekarang tahu bahwa mereka berbohong,” kata Marshall kepada wartawan. “Seandainya orang ini jujur ​​kepada tim pelacakan kontak, kami tidak akan melakukan lockdown selama enam hari.” Jelasnya.

Baca Juga: Tanggulangi Pandemi Covid, RI Dapat Pinjaman Rp 15 triliun dari Australia

“Tindakan egois individu ini telah menempatkan seluruh negara kita dalam situasi yang sangat sulit.” ujar Marshall.

Sementara wabah masih mengkhawatirkan, Marshall mengatakan pembatasan akan dicabut lebih awal dengan perintah tinggal di rumah yang akan berakhir pada tengah malam hari Sabtu (21/11) ketika sebagian besar bisnis juga akan diizinkan kembali untuk buka.

Ditanya hukuman apa yang mungkin dihadapi individu tersebut, Komisaris Polisi Grant Stevens mengatakan tidak ada hukuman karena berbohong kepada contact tracer berdasarkan undang-undang saat ini, namun ada kemungkinan orang itu akan diperiksa lebih lanjut.

Negara tersebut secara keseluruhan telah relatif berhasil mengatasi virus dengan hanya sekitar 95 kasus yang saat ini aktif.

Negara bagian Victoria pada hari Jumat (20/11) juga melaporkan hari ke-21 dengan nol kasus, hadiah yang diperoleh dengan baik untuk lockdown.**(RW)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply