Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sunday, November 29, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

CDC: Screening Gejala Covid-19 di Bandara Tidak Efektif

Sumber foto: Tribunnews.com

Topcareer.id – Upaya untuk menyaring turis yang tiba di AS untuk Covid-19 rupanya lebih banyak masalah daripada value-nya, menurut laporan terbaru Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

CDC, dengan bantuan dari Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, menyaring penumpang yang tiba di bandara dari beberapa negara yang terkena dampak paling parah antara Januari dan September.

Pejabat telah memeriksa lebih dari 766.000 penumpang, tetapi pada akhirnya hanya 35 pelancong yang dites virus corona dan hanya sembilan yang dinyatakan positif. Hal ini juga diperparah dengan hilangnya informasi kontak untuk sebagian besar wisatawan yang diperiksa.

Laporan baru, yang diterbitkan dalam Laporan Mingguan Morbiditas dan Kematian CDC, menemukan bahwa program tersebut memberikan tingkat deteksi kasus yang rendah. Upaya itu akhirnya “tidak efektif” karena orang yang terinfeksi Covid-19 mungkin tidak menunjukkan gejala, bahkan saat menularkan virus ke orang lain.

Kepala Transportation Security Administration (TSA) David Pekoske mengatakan bahwa pemeriksaan suhu “bukan jaminan” bahwa penumpang memiliki atau tidak memiliki Covid-19.

Dan sementara pemeriksaan dilakukan, mereka tidak menghentikan penyebaran virus. CDC mengakhiri pemeriksaan pada bulan September, memilih untuk fokus pada upaya mitigasi virus yang “lebih efektif” yang berfokus pada penumpang individu.

Laporan baru menyarankan pengumpulan informasi kontak penumpang sebelum kedatangan, akan membantu pelacakan kontak tepat waktu. Pengujian dan karantina juga dapat mengurangi risiko penyebaran virus corona antar wilayah geografis.

Industri perjalanan udara telah beralih ke lebih banyak pengujian seperti rapid tes pada calon penumpang daripada hanya mengawasi pemakaian masker dan pengecekan suhu tubuh.

Setelah penumpang selesai dites dan terbang dengan pesawat, akan relatif lebih aman, karena persyaratan pemakaian masker dan sistem filtrasi udara canggih HEPA dalam pesawat. Sebuah studi Departemen Pertahanan menemukan bahwa paparan Covid-19 “sangat tidak mungkin” dalam penerbangan.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply