Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sunday, January 24, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Kuartal 3 2020 Ekonomi Singapura Kontraksi 5,8%, Diproyeksi Bangkit di 2021

Warga Singapura. (dok. Anadolu)

Topcareer.id – Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura pada Senin (23/11/2020), umumkan bahwa ekonomi negara itu mengalami kontraksi 5,8% pada kuartal ketiga 2020 terhadap tahun lalu. Angka ini dinilai lebih baik dari perkiraan awal.

Menurut data resmi, dikutip dari CNBC, Singapura sebelumnya memperkirakan ekonominya akan menyusut 7% tahun-ke-tahun pada kuartal Juli hingga September. Kinerja ekonomi kuartal ketiga juga lebih baik dari kontraksi tahun-ke-tahun 13,3% yang tercatat pada kuartal kedua.

Menurut data Kementerian, dalam penyesuaian musiman kuartal-ke-kuartal, produk domestik bruto Singapura atau PDB tumbuh sebesar 9,2% dalam tiga bulan yang berakhir September, perubahan haluan dari kontraksi 13,2% pada kuartal kedua.

“Kinerja ekonomi Singapura yang membaik didukung oleh dimulainya kembali aktivitas secara bertahap pada kuartal ketiga setelah Circuit Breaker yang diterapkan mulai 7 April hingga 1 Juni 2020, serta rebound aktivitas di negara-negara ekonomi utama selama kuartal tersebut saat mereka keluar dari penguncian,” kata kementerian.

Baca juga: Skuter Listrik dan Mobil Otonom Jadi Pilihan Berkendara Selama Pandemi Covid-19

Circuit Breaker mengacu pada tindakan penguncian parsial negara yang bertujuan untuk menahan penyebaran virus corona.

Singapura telah mulai mencabut beberapa batasan sejak awal Juni, yang memungkinkan sebagian besar kegiatan dilanjutkan, tetapi beberapa tindakan tetap ada, seperti wajib memakai masker dan topi pada pertemuan.

Ekonomi Singapura sekarang diperkirakan menyusut antara 6% dan 6,5% pada 2020 dibandingkan dengan tahun lalu, kata kementerian itu. Itu lebih sempit dari kisaran perkiraan resmi sebelumnya, yaitu kontraksi 5% hingga 7% untuk tahun ini, dan akan menjadi resesi ekonomi terburuk di negara itu.

Negara kota di Asia Tenggara ini diperkirakan akan bangkit, dan kembali tumbuh antara 4% dan 6% pada tahun depan, menurut MTI.

“Pemulihan ekonomi Singapura di tahun depan diperkirakan akan bertahap, dan akan sangat bergantung pada bagaimana kinerja ekonomi global, dan apakah Singapura dapat terus mengendalikan situasi Covid-19 domestik.” ujarnya.**(Feb)

Leave a Reply