Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Wednesday, January 20, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Pemerintah Sebut Daftar Prioritas Penerima Vaksin COVID-19

Vaksin. Dok/Pixabay

Topcareer.id – Vaksin COVID-19 Sinovac telah tiba di Indonesia pada Minggu (6/12/2020) sebanyak 1,2 juta dosis untuk gelombang pertama. Vaksin COVUD-19 ini akan diprioritaskan pemberiannya kepada beberapa kelompok.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menjelaskan kelompok prioritas pertama, yakni mereka yang bekerja di garda depan seperti petugas medis dan petugas lapangan.

“Kedua, kelompok risiko tinggi seperti mereka yang memiliki riwayat penyakit penyerta dan usia lanjut; dan ketiga, kelompok risiko dari contact tracing dan keluarga dari kontak kasus,” kata Muhadjir dalam keterangan resminya, Senin (7/12/2020).

Selain mempertimbangkan kelompok prioritas, Muhadjir menegaskan, berdasarkan amanah Presiden RI Joko Widodo dalam rapat kabinet, vaksinasi juga harus memerhatikan latar geospasial dan lokasi di mana kemungkinan terjadi penumpukan partikel virus. Menurut dia, Presiden meminta agar hal tersebut betul-betul diperhatikan dalam proses vaksinasi.

“Sehingga penggunaan vaksin nanti betul-betul efisien, tidak asal hantam merata. Tetapi betul-betul terseleksi berdasarkan siapa yang paling berada di garda depan, yang sangat rentan sebagai orang yang akan terinfeksi, maupun sebagai penyebar,” tegasnya.

Baca juga: Peran Perempuan Jadi Kunci Keberhasilan Perangi Covid-19 Dalam Keluarga

Menurut Menko PMK, hal itu juga dilakukan dengan mempertimbangkan bahwa tingkat keterpaparan Covid-19 di wilayah-wilayah Indonesia tidak merata dengan intensitas yang sama. Sehingga, pemetaan pemilihan lokasi untuk vaksin perlu diperhatikan dengan seksama.

“Juga dipertimbangkan tentang tingkat mobilitas  penduduk orang dari satu tempat ke tempat lain,” tukasnya.

Sementara itu, menurut Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, setelah program vaksinasi dapat dimulai, 1,2 juta vaksin yang telah tiba akan didistribusikan kepada tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan dan tenaga penunjang yang bekerja pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan di 7 provinsi di Pulau Jawa dan Bali.

Selanjutnya, seiring dengan kedatangan vaksin, sasaran vaksinasi akan diperluas ke tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan dan tenaga penunjang di 27 provinsi di luar Pulau Jawa dan Bali menggunakan 1,8 juta dosis dalam kemasan produk jadi yang direncanakan akan tiba di Januari mendatang.

Seiring dengan ketersediaannya, vaksin COVID-19 akan didistribusikan secara bertahap ke daerah. Pendistribusian vaksin dilakukan secara berjenjang dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah provinsi, dan Pemerintah Daerah kabupaten/kota.**(Feb)

Leave a Reply