Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Monday, January 18, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Harga Minyak Dunia Jatuh di Tengah Lonjakan Kasus Virus Corona dan Ketegangan AS-China

Topcareer.id – Harga minyak turun sekitar 1% pada hari Senin (7/12) karena melonjaknya kasus virus corona dan meningkatnya ketegangan antara AS dan China.

Hal ini merusak dampak positif dari kesepakatan OPEC+ dalam produksinya. Minyak mentah Brent turun 46 sen, atau 0,9%, menjadi US $ 48,79 per barel. Minyak mentah AS turun 50 sen, atau 1,1%, menjadi US $ 45,76 per barel.

Harga berada di bawah tekanan setelah AS bersiap untuk menjatuhkan sanksi kepada setidaknya selusin pejabat China atas dugaan peran mereka dalam diskualifikasi Beijing terhadap legislator oposisi terpilih di Hong Kong.

Baca Juga: Cegah KDRT di Masa Pandemi, Kementerian PPPA Luncurkan Panduan Ini

Meningkatnya ketegangan antara AS dan China telah berulang kali membebani pasar dalam beberapa tahun terakhir.

China, importir minyak mentah terbesar dunia, telah membantu mendukung harga minyak mentah tahun ini. Dalam 11 bulan pertama tahun ini, China mengimpor total 503,92 juta ton atau 10,98 juta barel per hari, naik 9,5% dari tahun sebelumnya.

Secara global, lonjakan kasus virus corona telah memaksa serangkaian lockdown baru, termasuk langkah-langkah ketat di negara bagian California AS dan di Jerman serta Korea Selatan.

Konsumsi bensin AS turun selama minggu liburan Thanksgiving ke level terendah dalam lebih dari 20 tahun, kata OPIS, karena lebih sedikit orang Amerika yang bepergian selama pandemi.

Kedua kontrak minyak naik sekitar 2% minggu lalu setelah OPEC+, Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, setuju untuk sedikit meningkatkan produksi mulai Januari 2021 tetapi melanjutkan sebagian besar pembatasan pasokan yang ada.

Capital Economics, sebuah perusahaan riset ekonomi, mengatakan dalam sebuah laporan mereka memperkirakan produksi OPEC+ akan naik kurang dari yang diizinkan perjanjian baru karena pemotongan kompensasi dan permintaan kuartal pertama yang lemah.

Setelah kesepakatan OPEC+, Morgan Stanley menaikkan perkiraan harga Brent jangka panjang menjadi US $ 47,50 per barel dari US $ 45 dan merevisi perkiraan harga jangka panjang WTI menjadi US $ 45 per barel dari US $ 42,50.**(RW)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply