Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Monday, January 18, 2021
redaksi@topcareer.id
Profesional

Survei Mercer: Perusahaan di Indonesia Optimis Gaji akan Naik pada 2021

Ilustrasi. Sumber foto: wahospitality.orgIlustrasi. Sumber foto: wahospitality.org

Topcareer.id – Menurut survei Mercer, gaji di Indonesia diproyeksikan meningkat pada 2021 meskipun dihantam oleh dampak ekonomi dari pandemi. Perusahaan di Indonesia memperkirakan kenaikan gaji secara keseluruhan sebesar 6,9% untuk tahun 2021 dengan 18% yang disurvei tidak yakin tentang kenaikan pada 2021.

Pada tahun 2020, masih menurut survei Mercer, perusahaan memberikan kenaikan karyawan antara 6,8%, di bawah 7,6% yang dianggarkan perusahaan sebelum pandemi melanda.

Banyak organisasi di Indonesia yang mengambil pendekatan konservatif untuk kenaikan gaji saat mereka menavigasi dampak COVID-19.

Menuju tahun 2021, survei menunjukkan bahwa 1,7% akan menerapkan atau melanjutkan pembekuan gaji, sedangkan 6% menyatakan telah atau akan melaksanakan pengurangan gaji sementara sesuai dengan pengurangan pekerja beberapa jam sampai pandemi selesai. Hal itu dibandingkan dengan 4,6% yang menerapkan pembekuan gaji tahun ini.

“Bergantung pada jalannya pandemi, kami mengharapkan perusahaan untuk memerhatikan dan menunggu saat mereka mempertimbangkan kompensasi dan strategi tunjangan mereka untuk tahun mendatang,” kata Bill Johnston, CEO Mercer Indonesia dalam rilis yang diterima Topcareer.id, Kamis (17/12/2020).

Sementara kebanyakan perusahaan telah menghindari pengurangan gaji tahun ini, anggaran gaji semakin ketat. Itu artinya, kata Johnston, pemberi kerja perlu berpikir di luar gaji dan memanfaatkan inisiatif manfaat dan penghargaan lain untuk membantu mempertahankan posisi karyawan top mereka.

Baca juga: Sisi Negatif Overtime, Semua Karyawan Wajib Tahu!

Satu bidang di mana pemberi kerja dapat membuat dampak yang signifikan dan kritis adalah dalam mendukung kesejahteraan tenaga kerja mereka.

“Dengan meningkatnya ekspektasi karyawan akan akses fisik, finansial, emosional dan sosial program kesejahteraan, perusahaan memiliki kesempatan untuk menata kembali manfaat untuk personalisasi yang lebih besar dan mengalokasikan anggaran mereka ke tempat yang paling berharga,” jelasnya.

Ia menambahkan, upaya rekrutmen diperkirakan melambat di tahun mendatang. Sebanyak 58% perusahaan di Indonesia menyatakan bahwa mereka berniat untuk mempertahankan jumlah karyawan mereka pada tahun 2021, merekrut hanya untuk penggantian, sementara 10% perusahaan yang disurvei berencana untuk mengurangi jumlah pegawai.

Studi benchmarking kompensasi dan tunjangan tahunan utama Mercer, Total Remuneration Survey, mengidentifikasi tren dan prediksi remunerasi utama untuk perekrutan dan penggajian di tahun mendatang.

Tahun ini, 523 perusahaan di 14 industri berpartisipasi dalam survei Mercer di Indonesia antara April dan Juni. Survei tambahan dilakukan pada bulan Juli dan Agustus sehubungan dengan lingkungan pasar yang cepat berubah.

Leave a Reply