Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sunday, January 17, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Imbas Varian Virus Corona di Inggris, Arab Saudi Tutup Penerbangan Internasional

Penerbangan. (ilustrasi: Pixabay)

Topcareer.id – Arab Saudi menghentikan penerbangan internasionalnya mulai Minggu (20/12/2020) serta menangguhkan siapapun yang masuk melalui jalur darat dan laut setidaknya selama seminggu, setelah jenis virus corona baru yang menyebar cepat muncul di Inggris.

“Untuk sementara menangguhkan semua penerbangan internasional, kecuali dalam kasus luar biasa, untuk jangka waktu satu minggu, yang dapat diperpanjang satu minggu lagi,” kata pejabat resmi Saudi Press Agency, mengutip Strait Times, Senin (21/12/2020).

“Masuk ke Kerajaan Arab Saudi melalui pelabuhan darat dan laut juga akan ditangguhkan selama seminggu, yang dapat diperpanjang seminggu lagi,” SPA menambahkan.

SPA menambahkan, penangguhan tidak berlaku untuk pesawat internasional yang saat ini berada di kerajaan, yang akan diizinkan untuk pergi.

Perkembangan itu terjadi setelah beberapa negara Eropa melarang perjalanan dari Inggris pada Minggu karena pemerintah Inggris memperingatkan bahwa jenis virus baru yang sangat menular di luar kendali”.

SPA mengatakan penumpang yang tiba di Arab Saudi dari Eropa, atau negara mana pun di mana strain baru terdeteksi mulai 8 Desember akan diminta untuk mengisolasi diri selama dua minggu, dan menjalani pengujian.

Baca juga: Valneva Mulai Uji Klinis Calon Vaksin COVID-19 Di Inggris

Negara tetangga Kuwait juga mengumumkan larangan pada Minggu (20/12/2020) pada penerbangan penumpang dari Inggris karena jenis baru virus itu.

Lonceng peringatan berbunyi di seluruh Eropa – yang pekan lalu menjadi wilayah pertama di dunia yang melewati 500.000 kematian akibat COVID-19 – setelah tampak bahwa jenis virus yang lebih menular sedang mengamuk di beberapa bagian Inggris.

Arab Saudi sejauh ini mencatat lebih dari 361.000 kasus virus corona baru, termasuk lebih dari 6.000 kematian – tertinggi di antara negara-negara Teluk Arab. Tetapi Arab Saudi juga melaporkan tingkat pemulihan yang tinggi.

Leave a Reply