Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Monday, January 18, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Sosok ‘Sinterklas’ Bangkitkan Semangat Pasien COVID-19 di Rumania

Sumber foto: Inuam Photos/Reuters

Topcareer.id – Seorang perawat di Rumania, Ionut Ivan, telah menghabiskan sembilan bulan terakhir untuk merawat begitu banyak pasien virus corona, sehingga dia tidak dapat menghitungnya lagi.

Namun hal itu tidak mengurangi antusiasmenya untuk memberikan keceriaan. Pada saat natal, ia berpakaian seperti Sinterklas dan membagikan buah serta permen kepada hampir 100 pasien COVID-19 yang saat ini dirawat di institut Marius Nasta di Bucharest.

Pakaian pelindungnya (APD) berwarna merah, dilengkapi dengan janggut putih palsu yang terbuat dari gumpalan kapas yang ditempelkan di tepi topeng dan gaunnya. Dia memakai topi Santa yang dipegang oleh pelindung wajahnya.

“Ho ho ho, Santa datang membawa hadiah, meskipun di tempat ini saya berharap Kamu sehat,” katanya kepada Gheorghe Iulian Butca, salah seorang pasien berusia 63 tahun di unit perawatan intensif.

Baca juga: 3 Cara Alternatif Bertemu Sinterklas di Tengah Pandemi COVID-19

“Kami berada pada kapasitas maksimum,” kata manajer institut Beatrice Mahler. “Kami sudah melebihi jumlah tempat tidur COVID-19 yang dialokasikan setiap hari, ini situasi yang telah kami hadapi selama lebih dari sebulan.”

Mahler mengatakan, Sinterklas mengunjungi anak-anak di rumah sakit setiap tahun, tetapi pada tahun 2020 ia berkembang mengunjungi orang dewasa juga, karena ia perlu menawarkan percikan harapan dan kegembiraan kepada pasien COVID-19.

Brindusa Gheorghiu, seorang dokter hewan berusia 45 tahun yang menjalani perawatan intensif selama hampir seminggu, mengatakan bahwa keinginan Natalnya adalah menjadi sehat dan kembali kepada suami dan anaknya. Tapi untuk saat ini, dia puas dengan keceriaan Santa yang diberikan oleh perawat Ivan.

“Kami berjuang untuk hidup dan kami merasa lebih baik bersamanya di sini,” katanya.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply