Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Juni 24, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Perawat Portugal Meninggal 2 Hari setelah Suntik Vaksin Virus Corona

Sumber foto: msn.com

Topcareer.id – Seorang petugas kesehatan di Portugal meninggal dua hari setelah mendapatkan vaksin COVID-19 dari Pfizer. Hal ini mengejutkan komunitas dunia dan menimbulkan pertanyaan tentang keamanan dan efisiensi vaksin Pfizer-BioNTech.

Menurut surat kabar harian di Portugal, Sonia Acevedo, perawat berusia 41 tahun tersebut mengalami “kematian mendadak” di rumahnya pada hari Jumat (1/1), 48 jam setelah divaksinasi dengan vaksin Pfizer.

Sonia Acevedo tidak memiliki kondisi kesehatan sebelumnya dan tidak menderita efek samping apapun setelah menerima vaksin.

Sonia bekerja di Institut Onkologi Portugal di departemen pediatri di kota Porto. Dia, merupakan petugas kesehatan garis depan yang mendapat giliran lebih dulu untuk mendapat vaksin dari Pfizer-BioNTech pada Rabu (30/12).

Terkejut setelah kematian putrinya, Abilio Acevedo meminta pihak berwenang untuk menyelidiki kematiannya dan mengatakan bahwa dia menginginkan jawaban.

Orang tua Sonia berbicara dengan kantor berita Portugal Correio da Manha, “Dia baik-baik saja. Tidak memiliki masalah kesehatan apa pun. Dia menerima vaksin COVID-19 dan tidak menunjukkan gejala apa pun. Saya tidak tahu apa yang terjadi, saya hanya butuh jawaban. Saya ingin tahu apa yang menyebabkan kematian Sonia,” Kata Abilio.

Institut Onkologi Portugal mengeluarkan pernyataan yang berbunyi, “Sehubungan dengan kematian mendadak seorang asisten operasional dari IPO Porto pada tanggal 1 Januari 2021, Dewan Direksi mengkonfirmasi hal tersebut dan menyatakan duka mendalam yang tulus kepada keluarga dan teman-teman atas kepastian bahwa kerugian ini juga dirasakan di sini.”

Lembaga tersebut juga mengatakan bahwa penyebab kematian Acevedo sedang diperiksa dan akan keluar setelah laporan otopsi, kesimpulan lebih lanjut juga akan dibuat. Kementerian kesehatan Portugal pun telah menerima laporan mengenai kasus tersebut.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan