Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Senin, Agustus 2, 2021
redaksi@topcareer.id
Profesional

Survei: 30% Pekerja akan Resign Jika Harus Ngantor usai Pandemi

Ilustrasi. (dok. ekunbiz)

Topcareer.id – Pandemi global virus corona telah banyak mengubah cara hidup manusia. Dalam bidang profesional misalnya, kini mulai banyak perusahaan yang mempertimbangkan untuk mempermanenkan sistem kerja di luar kantor bagi karyawannya.

Namun, tak jarang pula perusahaan yang meminta karyawannya kembali ke kantor setelah vaksin COVID-19 tersedia secara luas akhir tahun 2021 ini.

Menurut survei online terhadap 1.022 pekerja profesional oleh LiveCareer, sebanyak dua puluh sembilan persen pekerja profesional di AS mengatakan mereka akan resign dari pekerjaannya jika mereka tidak diizinkan untuk terus bekerja dari jarak jauh.

61% dari pekerja profesional kantoran yang disurvei mengatakan mereka ingin perusahaan mereka membiarkan mereka bekerja dari jarak jauh tanpa batas waktu, bahkan setelah pandemi selesai.

“Karyawan sekarang berharap dapat bekerja secara fleksibel,” kata Brian Kropp, kepala riset SDM di perusahaan Gartner. “Mereka merasa mereka harus bisa memutuskan di mana dan kapan mereka bekerja. Dan jika mereka tidak diberi pilihan itu, beberapa akan mencari perusahaan lain yang menawarkan itu,” tambah Kropp.

Baca juga: Menkeu Sebut Tren Partisipasi Perempuan dalam Ekonomi Meningkat

Para profesional di beberapa industri kurang bersikukuh untuk meminta terus bekerja dari rumah. Hanya 7% dari karyawan retail, grosir, dan pusat distribusi yang akan beralih pekerjaan jika mereka tidak dapat terus bekerja dari rumah. Tapi 35% pekerja teknologi informasi akan kabur.

Mereka yang disurvei menyoroti keuntungan kerja jarak jauh, dengan 64% mengutip fleksibilitas, 44% menunjuk pada peningkatan keseimbangan kehidupan kerja, 40%, merasa lebih aman, 29% peningkatan produktivitas, dan 10%, mampu memperoleh keterampilan karier baru.

Mungkin ada ruang bagi perusahaan dan karyawan mereka untuk berkompromi. 90% dari 130 pemimpin sumber daya manusia yang disurvei oleh Gartner mengatakan mereka berencana untuk membiarkan karyawan bekerja dari jarak jauh setidaknya sebagian waktu, bahkan setelah vaksin diadopsi secara luas.

Dan 30% profesional yang disurvei oleh LiveCareer mengatakan bahwa jika harus masuk ke kantor kembali tidak dapat dihindari, mereka ingin bekerja di kantor hanya tiga hari seminggu. 25% mengatakan dua hari seminggu, dan 19% mengatakan satu hari. Hanya 9% yang ingin bekerja di kantor empat hari dalam seminggu.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan