Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Juni 24, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

10 Cara Pandemi COVID-19 Mengubah Perekonomian Dunia untuk Selamanya (Bagian 2)

Ilustrasi. Free Photos/Pixabay

Topcareer.id – Guncangan ekonomi seperti pandemi hanya datang sekali setiap beberapa generasi, dan pandemi virus corona kali ini juga akan membawa dampak perubahan permanen yang luas.

Ekonomi dunia saat ini sedang menuju pemulihan dari kemerosotan yang hampir tidak pernah dialami oleh sekitar 7,7 miliar penduduk bumi semasa hidupnya.

Vaksin seharusnya mempercepat pemulihan pada 2021. Tetapi ada warisan lain dari Covid-19 yang justru membentuk pertumbuhan global untuk tahun-tahun mendatang.

Berikut ini 10 transformasi yang sedang terjadi akibat pandemi global COVID-19.

Bagian kedua dari artikel:

6) Kebangkitan robot
Covid-19 memicu kekhawatiran baru tentang kontak fisik dalam industri karena sulit menjaga jarak sosial – seperti di industri ritel, perhotelan, atau pergudangan. Salah satu cara mengatasinya adalah mengganti manusia dengan robot.

Penelitian menunjukkan bahwa otomatisasi sering kali mendapatkan keuntungan selama resesi. Dalam pandemi, perusahaan mempercepat pengerjaan mesin yang bisa menggantikan manusia, terutama ketika aktivitas belanja semakin berkembang secara online.

Inovasi ini akan membuat perekonomian lebih produktif. Tetapi itu juga berarti bahwa ketika sudah aman untuk kembali bekerja, beberapa pekerjaan bisa sudah hilang. Dan semakin banyak orang menganggur, semakin banyak pula keterampilan mereka yang terhenti.

7) Kerja remote
Semakin tinggi tangga pendapatan, kerja dari luar kantor tiba-tiba menjadi norma baru. Satu studi menemukan bahwa dua pertiga dari PDB AS pada Mei 2020 lalu dihasilkan oleh orang yang bekerja di rumah. Banyak perusahaan menyuruh karyawan untuk menjauh dari kantor hingga 2021, dan beberapa mengisyaratkan mereka akan menjadikan WFH menjadi permanen. Bekerja dari rumah sebagian besar telah lulus uji teknologi dan memberikan opsi baru kepada pemberi kerja dan staf.

Namun itu mengkhawatirkan bagi bisnis lama yang melayani infrastruktur kehidupan kantor. Ini adalah keuntungan bagi mereka yang membangun bisnis baru seperti pangsa dalam platform konferensi video Zoom yang telah melonjak lebih dari enam kali lipat tahun 2020.

Baca juga: 240 Orang Israel Masih Terjangkit COVID-19 usai Disuntik Vaksin Pfizer

8) Tidak pergi ke mana-mana
Beberapa jenis perjalanan hampir berhenti total. Pariwisata global turun 72 persen dalam setahun. McKinsey menganggap seperempat perjalanan bisnis bisa hilang selamanya karena pertemuan rapat kini telah beralih ke online.

Dengan liburan serta acara massal yang dibatalkan, tren konsumen yang lebih menyukai “pengalaman” daripada membeli barang menjadi terganggu. Dan ketika aktivitas bisa dilanjutkan kembali, mungkin kondisinya sudah tidak sama. Wisatawan pun mungkin harus membawa sertifikat kesehatan wajib dan melewati jenis keamanan baru.

9) Globalisasi baru
Ketika pabrik-pabrik China tutup pada awal pandemi, hal itu mengirimkan gelombang kejutan melalui rantai pasokan di mana-mana dan membuat bisnis dan pemerintah mempertimbangkan kembali ketergantungan mereka pada pembangkit tenaga listrik dunia.

NA-KD.com Swedia, misalnya, adalah bagian dari industri ritel “flash fashion” yang berkembang dan bergerak mengikuti tren media sosial, bukan berdasarkan tradisional musiman. Setelah pengiriman macet tahun ini, perusahaan mengalihkan beberapa produksi dari China ke Turki. Itu adalah contoh globalisasi yang terus menyesuaikan tanpa bergerak mundur.

Di wilayah lain, pandemi dapat mendorong politisi yang berpendapat bahwa kondisi itu berisiko menimbulkan ketergantungan pada impor barang yang penting untuk keamanan nasional yang berisiko.

10) Go green
Sebelum pandemi, sebagian besar aktivis lingkungan merenungkan teori bahwa kebangkitan kendaraan listrik dapat secara permanen mengurangi permintaan dunia akan salah satu bahan bakar minyak yang paling mencemari.

Tetapi ketika 2020 banyak pesawat dilarang terbang dan orang-orang dipaksa tinggal di rumah, banyak lingkungan di dunia mendadak bersih dari polusi.

Melihat hal tersebut pemerintah dari California, AS hingga Inggris mengumumkan rencana mereka untuk melarang penjualan semua mobil jenis bensin dan diesel baru pada tahun 2035. Dan Joe Biden terpilih dengan membawa janji bahwa AS akan bergabung kembali dengan Perjanjian Paris.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan