Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Juni 23, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Bagaimana Cara Mengembalikan Penciuman Yang Terganggu Setelah Terkena COVID-19? Ini Penjelasannya

Topcareer.id – Kehilangan bau (anosmia) dan rasa telah muncul sebagai gejala umum COVID-19. Bisa jadi karena infeksi, bisa juga akibat virus yang menyebabkan reaksi peradangan unik di dalam hidung yang kemudian menyebabkan hilangnya neuron penciuman, menurut Vanderbilt Unversity Medical Center.

Tidak ada yang benar-benar yakin apa yang bisa membantu untuk mendapatkan kembali indra penciuman dan perasa setelah sembuh dari COVID-19.

Anosmia juga dapat mempengaruhi kesehatan, menyebabkan nafsu makan yang buruk dan penurunan berat badan yang tidak diinginkan. Bahkan dapat menimbulkan ancaman eksistensial, dengan menempatkan diri pada risiko dalam mendeteksi kebakaran, kebocoran gas, atau makanan busuk.

Baca Juga: Ini Bedanya Kehilangan Penciuman Akibat Pilek Biasa dengan COVID-19

Kabar baiknya adalah neuron penciuman mampu beregenerasi. Sedangkan kabar buruknya tidak semua orang penciumannya akan kembali ke tingkat fungsi sebelum terserang COVID-19. Beberapa orang mungkin tidak mendapatkan kembali indra penciuman atau pengecapnya sama sekali.

Menurut para ahli, pasien dengan anosmia pasca-virus memiliki kemungkinan 60% hingga 80% untuk mendapatkan kembali beberapa fungsi penciumannya dalam waktu satu tahun. Karena indra penciuman biasanya berkurang karena usia, pemulihan bisa memakan waktu lebih lama dan kurang optimal untuk orang dewasa yang lebih tua.

Untuk membangunkan kembali saraf penciuman, sebagian besar spesialis merekomendasikan pelatihan penciuman, rutinitas harian menghirup minyak esensial seperti lemon, kayu putih, cengkeh, mawar, dan lain-lain.

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan