Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Saturday, January 16, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

India Bersiap untuk Vaksinasi COVID-19 Terbesar di Dunia Akhir Pekan Ini

Dok/TimesofIndia

Topcareer.id – India bersiap untuk salah satu acara besar, yakni vaksinasi massal terbesar di dunia mulai Sabtu (16/1/2021). Negara Asia Selatan itu berencana untuk menginokulasi sekitar 300 juta orang, atau 20% lebih dari 1,3 miliar populasinya, untuk melawan COVID-19 pada tahap pertama.

Mengutip cuitan dari Menteri Penerbangan Sipil India, Hardeep Singh Puri, maskapai penerbangan India telah mulai mengirimkan dosis pertama vaksin ke Delhi dan kota-kota besar lainnya, termasuk Kolkata, Ahmedabad dan pusat teknologi Bengaluru.

“Sektor penerbangan sipil meluncurkan misi penting lainnya. Pergerakan vaksin dimulai. Dua penerbangan pertama yang dioperasikan oleh @flyspicejet & @goairlinesindia dari Pune ke Delhi & Chennai telah lepas landas,” cuit akun @HardeepSPuri, Selasa (12/1/2021).

Baca juga: Pandemi Pangkas Kemacetan Lalu Lintas Hampir Di Seluruh Dunia

Prioritas target vaksinasi akan diberikan kepada petugas kesehatan dan pekerja garis depan lainnya – diperkirakan 30 juta orang. Itu akan diikuti oleh mereka yang berusia di atas 50 tahun dan individu lain yang lebih muda dan berisiko tinggi.

Peluncuran tersebut akan melibatkan kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan negara bagian. India juga telah mengembangkan portal digital bernama Co-WIN Vaccine Delivery Management System. Ini akan memberikan informasi realtime tentang stok vaksin, suhu penyimpanannya dan pelacakan penerima manfaat secara individual, menurut kementerian kesehatan.

“Keahlian India dalam pembuatan vaksin dan pengalaman dengan kampanye imunisasi massal telah mempersiapkannya dengan baik untuk vaksinasi ‘fase 1’ yang akan dimulai akhir pekan ini,” tulis Akhil Bery, Analis Asia Selatan di Grup Eurasia, dalam sebuah laporan minggu ini, mengutip CNBC.

“India memiliki sejarah panjang kampanye imunisasi, termasuk Program Imunisasi Universal yang menginokulasi 55 juta setahun, dan akan mengandalkan keahlian ini untuk mendistribusikan vaksin virus corona,” tambahnya.

Regulator obat India telah menyetujui pembatasan penggunaan dua vaksin virus corona dalam situasi darurat, keduanya dikirim ke berbagai pusat inokulasi pada Sabtu.

Salah satunya adalah vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan Inggris-Swedia AstraZeneca dan Universitas Oxford, yang diproduksi di dalam negeri oleh Serum Institute of India (SII) dan dikenal secara lokal sebagai Covishield.

Vaksin lain, yang disebut Covaxin, dikembangkan di dalam negeri oleh Bharat Biotech India bekerja sama dengan Dewan Riset Medis India. Itu diberikan otorisasi penggunaan darurat karena uji klinis terus berlanjut.

Leave a Reply