Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Thursday, January 21, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Ini yang Dimaksud KIPI Setelah Vaksinasi dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi: Jpost.com

Topcareer.id – Umumnya reaksi ringan terjadi setelah seseorang mendapat vaksinasi, bahkan tidak menimbulkan reaksi. Namun, karena vaksin dalam program vaksinasi COVID ini baru, maka perlu diwaspadai adanya Kejadian Ikutan Pasca Vaksinasi atau akrab disebut KIPI.

Surat Keputusan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02/4/1/2021 Tentang Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi COVID-19, disebutkan penjelasan mengenai apa itu KIPI dan bagaimana mengatasinya.

 “Kejadian Ikutan Pasca Vaksinasi atau biasa disebut KIPI merupakan kejadian medik yang diduga berhubungan dengan vaksinasi. Kejadian ini dapat berupa reaksi vaksin, kesalahan prosedur, koinsiden, reaksi kecemasan, atau hubungan kausal yang tidak dapat ditentukan,” tulis Surat Keputusan yang rilis awal Januari 2021.

KIPI dapat diklasifikasikan serius apabila kejadian medik akibat setiap dosis vaksinasi yang diberikan menimbulkan kematian, kebutuhan untuk rawat inap, dan gejala sisa yang menetap serta mengancam jiwa.

“Vaksinasi memicu kekebalan tubuh dengan menyebabkan sistem kekebalan tubuh penerima bereaksi terhadap antigen yang terkandung dalam vaksin. Reaksi lokal dan sistemik seperti nyeri pada tempat suntikan atau demam dapat terjadi sebagai bagian dari respon imun.”

Baca juga: Efikasi Vaksin Sinovac 65,3 %, Apa Maksudnya?

Reaksi lokal yang dimaksud, seperti nyeri, kemerahan, bengkak pada tempat suntikan, reaksi lokal lain yang berat, misalnya selulitis. Sementara untuk reaksi sistemik seperti: demam, nyeri otot seluruh tubuh (myalgia), nyeri sendi (atralgia), badan lemah, sakit kepala.

Cara menangani reaksi  

Masih dalam Surat Keputusan tersebut, untuk reaksi ringan lokal seperti nyeri, bengkak dan kemerahan pada tempat suntikan, penerima vaksin dianjurkan untuk melakukan kompres dingin pada lokasi tersebut dan meminum obat paracetamol sesuai dosis.

Lalu untuk reaksi ringan sistemik seperti demam dan malaise, penerima vaksin dianjurkan untuk minum lebih banyak, menggunakan pakaian yang nyaman, kompres atau mandi air hangat, dan meminum obat paracetamol sesuai dosis.

KIPI juga bisa terkait dengan kesalahan prosedur, untuk itu persiapan sistem pelayanan vaksinasi yang terdiri dari petugas pelaksana yang kompeten, peralatan yang lengkap dan petunjuk teknis yang jelas, harus disiapkan dengan maksimal.  KIPI yang tidak terkait dengan vaksin atau koinsiden juga harus diwaspadai.

“Apabila ditemukan dugaan KIPI serius agar segera dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota untuk dilakukan pelacakan.”

Selain itu, masyarakat juga bisa melaporkan mengenai KIPI tersebut melalui website yang telah disediakan pemerintah yakni http://keamananvaksin.kemkes.go.id/.

Leave a Reply