Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Juni 23, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Epidemiolog: Orang yang Sudah Vaksin Berisiko Rendah Terkena COVID-19

vaksinasi covid

Topcareer.id – Indonesia telah memulai program vaksinasi COVID-19 sejak Rabu (13/1/2021) kemarin yang diawali oleh Presiden Joko Widodo. Program vaksinasi ini diharapkan bisa mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity sehingga nantinya bisa menghentikan pandemi.

Epidemiolog UGM, Bayu Satria menyampaikan, bagi masyarakat yang belum mendapatkan vaksinasi diharapkan tetap mengedepankan protokol kesehatan secara ketat agar terhindar dari penularan virus yang dianggap mematikan tersebut.

“Protokol kesehatan tetap perlu karena perlindungan oleh vaksin tidak 100 persen. Namun, paling tidak mereka yang sudah divaksin risikonya sangat rendah untuk terkena COVID yang parah,” kata Bayu Satria dalam siaran pers, Kamis (14/1/2021).

Bayu menambahkan, nantinya jika masyarakat sudah mendapatkan suntikan vaksin, maka bukan berarti sepenuhnya langsung kebal terhadap virus tersebut karena memerlukan waktu hingga terbentuk imun. Apalagi suntik vaksin dilakukan selama dua kali.

Lagi-lagi ia menegaskan bahwa setelah mendapat vaksin perlu tetap protokol kesehatan karena vaksin baru memberikan perlindungan paling bagus sekitar 1-2 minggu pasca suntikan kedua.

Baca juga: Ini Yang Dimaksud KIPI Setelah Vaksinasi Dan Cara Mengatasinya

“Yang pasti kita tetap jaga diri setelah suntik. Sebab, masih tetap bisa terkena jika imun belum terbentuk,” ujarnya.

Soal vaksin Sinovac yang digunakan oleh pemerintah yang belum memprioritaskan kelompok anak-anak dan lansia di atas umur 59 tahun, Bayu, berpendapat dua kelompok ini nantinya akan mendapat suntikan vaksin ketika data dari hasil uji sudah lengkap.

Ia juga sempat menyinggung soal kritik dari warganet yang masih mempertanyakan tingkat kemampuan efikasi Sinovac yang dianggap masih rendah dibanding jenis vaksin lainnya sehingga dianggap belum aman ketika disuntik vaksin tersebut. Bayu menilai vaksin Sinovac termasuk jenis vaksin yang paling bagus tingkat keamanannya.

“Masih cukup bagus karena masih memberikan perlindungan dua kali lipat atau lebih dan ditunjang juga hasil efikasi sementara di Indonesia sekitar 65 persen. Pemilihan vaksin yang paling utama adalah keamanannya, baru efikasi dan Sinovac ini termasuk paling bagus keamanannya,” paparnya.**(Feb)

Tinggalkan Balasan