Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, Juni 25, 2021
redaksi@topcareer.id
Profesional

Pentingnya Rumus 3 V untuk Komunikasi yang Sukses

Topcareer.id – Untuk komunikasi yang baik diperlukan adanya 3 V (Visual, Vokal, dan Verbal). Banyak pelatihan komunikasi menggunakan prinsip presentasi ini.

Secara umum, ini bukan hanya tentang apa yang kamu katakan, tetapi bagaimana kamu mengatakannya, dan bagaimana penampilan kamu saat mengatakannya.

Saat menyampaikan informasi, aspek non verbal dari nada suara dan bahasa tubuh mempengaruhi pesan verbal yang sebenarnya.

Misalnya, menyatakan “Hebat!” dapat diartikan hanya karena isi verbalnya dan tampaknya merupakan pernyataan yang positif.

Namun, jika kamu mengubah nada bicara untuk menyampaikan sarkasme, pesannya pun berubah. Tambahkan komponen visual dari mata yang berputar dan gerakan kepala, dan pesannya akan berubah.

Kamu harus mempertimbangkan modalitas visual, vokal, dan verbal saat berkomunikasi dan memastikan bahwa semuanya saling mendukung. Jika tidak kongruen, pendengar akan sering bingung dan akan mengandalkan “V” yang paling dominan.

Fitur visual dari postur tubuh, gerak tubuh, pakaian, dan ekspresi wajah semuanya berdampak pada membuat kesan pertama. Kualitas vokal memengaruhi apakah kamu ingin mendengarkan seseorang. Misalnya, suara yang bernada tinggi, merengek, bernafas, kasar, keras, atau kaya dan bergema semuanya memengaruhi persepsi pendengar tentang pembicara.

Baca Juga: Sakit Kepala? Coba Redakan dengan 5 Jenis Teh Herbal Ini

Tentu saja, isi verbal dari apa yang kamu katakan sangat penting untuk komunikasi secara keseluruhan. Kamu harus mempertimbangkan ketiga V saat berkomunikasi, terlepas dari berapa persentase masing-masing. Penyampaian pidato, presentasi, khotbah, pernyataan pembukaan dan penutupan di ruang sidang, kuliah, dan forum, semua mengandalkan “3 V” ini untuk penyampaian yang efektif.

Namun sayangnya perkembangan teknologi telah membatasi penggunaan “3 V” ini.

  • Penggunaan telepon
    Pendengar jadi kehilangan kesempatan untuk mengamati bahasa tubuh dan ekspresi wajah penyampai pesan. Nada suara menjadi lebih berperan penting di sini.
  • Korespondensi email
    Tidak ada nada suara atau isyarat visual. Banyak yang menggunakan kapitalisasi atau emotikon untuk menyampaikan emosi. Ini adalah tempat berkembang biak bagi banyak miskomunikasi.
  • Pesan teks
    Penerima pesan kehilangan visual, vokal, dan bahkan beberapa aspek verbal dari pesan, sudah pasti ejaan dan tata bahasa dimodifikasi.
  • Tweeting
    Dibatasi hanya 140 karakter dan spasi serta tanda baca ikut dihitung, membuat semakin pendeknya pesan yang bisa disampaikan di twitter. Verbal (tata bahasa dan ejaan), visual (bahasa tubuh, ekspresi wajah), dan vokal semuanya hilang atau dikompromikan.

Kemajuan teknologi sedikit banyak telah membuat hilangnya aspek komunikasi yang kaya dan asli. Kamu harus melakukan segala upaya untuk memastikan bahwa niat komunikasi yang kamu sampaikan bisa dipahami.

Saat bertemu dengan seseorang secara langsung, perlu diingat bahwa kamu memiliki 3 V untuk berkomunikasi: VISUAL (bagaimana penampilan kamu), VOCAL (bagaimana kamu didengar), dan VERBAL (apa yang kamu katakan). Pastikan setiap V ini selaras untuk menghindari miskomunikasi dan untuk menyampaikan citra dan pesan yang kuat dan profesional.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan