Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Wednesday, March 3, 2021
redaksi@topcareer.id
Profesional

4 Pilot Wanita Asal India Cetak Sejarah Usai Lintasi Kutub Utara

Topcareer.id – Tim pilot wanita asal India telah membuat sejarah setelah mereka menyelesaikan penerbangan komersial nonstop terpanjang yang pernah dioperasikan oleh maskapai penerbangan Air India.

Tim yang terdiri dari empat wanita awak kokpit dari Air India ini menyelesaikan penerbangan selama 17 jam pada hari Senin (11/1) menurut pernyataan yang dirilis oleh maskapai tersebut.

“Kami adalah putri India yang diberi kesempatan untuk melakukan penerbangan bersejarah ini,” kata komandan penerbangan tersebut, Kapten Zoya Aggarwal, yang menerbangkan leg pertama penerbangan tersebut. “Kami mampu membuat babak baru dalam sejarah penerbangan India.” Tambahnya mengutip laman CNN.

Baca juga: Pilot Malaysia Ini Alih Profesi Menjadi Penjual Mie

“Saya sangat bangga menjadi bagian dari ini dan saya secara pribadi telah mempersiapkan lebih dari satu tahun untuk penerbangan ini.” Ujarnya bangga.

“Pemandangan di atas Kutub Utara luar biasa,” kata co-pilotnya, Kapten Thanmei Papagari, yang menerbangkan pesawat pada babak kedua.

Mereka tergabung dengan dua pilot senior Kapten Akansha Sonaware dan Kapten Shivani Manhas.

Penerbangan Air India 176 menggunakan Boeing 777 berangkat dari San Francisco, AS menuju Bengaluru, di India selatan dan menempuh jarak lebih dari 13.840 Km.

Ini juga merupakan penerbangan pertama dari India Selatan yang terhubung langsung dengan Amerika Serikat, menurut pernyataan dari Bandara Internasional Kempegowda, Bengaluru (KIAB), tempat penerbangan itu mendarat.

“Ini adalah penerbangan nonstop pertama antara Bengaluru dan Amerika Serikat, menghubungkan dua pusat teknologi dunia, Silicon Valley asli dan Silicon Valley India,” kata pernyataan KIAB.

“Setelah lulus kuliah, saya sudah lama menganggur, karena tidak ada pekerjaan untuk pilot perempuan,” kata Aggarwal. “Saya dulu mengajar siswa muda yang bercita-cita menjadi pilot.”

Aggarwal yang memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun mengatakan, awalnya orangtuanya menentang dia menjadi pilot.

“Saat awalnya saya memberi tahu orang tua saya, saya teringat air mata di mata ibu karena saya diharapkan berjalan di bawah bayang-bayang laki-laki,” kata Aggarwal. “Tapi saya memberi tahu orang tua saya bahwa inilah yang ingin saya lakukan, dan saya melepaskan diri dari norma.”

Papagari mengatakan bahwa “banyak perencanaan” dilakukan dalam penerbangan. “Karena kami terbang di atas Kutub Utara, ada berbagai faktor yang terlibat,” katanya. “Ini termasuk cuaca, tingkat radiasi matahari, dan ketersediaan bandara jika terjadi pengalihan.”

Menteri Penerbangan Sipil India, Hardeep Puri, memberi selamat kepada tim atas perjalanan mereka.

“Selamat kepada Kapten Zoya Aggarwal, Kapten Papagari Thanmai, Kapten Akansha Sonaware & Kapten Shivani karena berhasil terbang di atas Kutub Utara untuk mendarat di Bengaluru dari San Francisco.” Kata Puri melalui akun twitternya.

Sektor penerbangan India banyak berinvestasi dalam melatih wanita untuk menjadi pilot. Sekitar 12% pilot negara itu adalah wanita – persentase tertinggi di dunia, menurut Center for Aviation.**(RW)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply