Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Wednesday, March 3, 2021
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

6 Hal yang Wajib Disiapkan Karyawan Gen Z Agar Sukses di Tempat Kerja

Sumber foto: ventureacademy.ca

Topcareer.id – Gen Z, mereka yang lahir antara tahun 1995 hingga 2010, akan mengisi 20% slot dari angkatan kerja profesional mulai tahun 2020.

Mereka adalah digital natives sejati. Sejak usia muda, mereka telah terpapar teknologi internet, jejaring sosial, dan sistem seluler.

Mengingat keterlibatan seumur hidup mereka di dunia digital, tidak mengherankan bahwa generasi ini terdiri dari pelajar mandiri yang lebih nyaman menyerap informasi secara online daripada dalam gaya pembelajaran tradisional.

Baca Juga: Generasi Z dan Milenial Ternyata Kesulitan saat WFH

Berikut ini beberapa hal utama yang harus perusahaan berikan untuk membantu karyawan Gen Z berhasil dalam kariernya:

1. Komunikasi
Terlepas dari kenyataan bahwa mereka tumbuh di dunia yang terhubung secara digital, mayoritas karyawan Gen Z sebenarnya lebih suka berkomunikasi di tempat kerja melalui percakapan tatap muka menurut penelitian oleh Robert Half. Gen Z tumbuh subur pada hubungan asli dengan figur otoritas, jadi manajer harus memprioritaskan komunikasi dengan cara yang otentik dengan karyawan termuda mereka.

2. Memupuk keberagaman & inklusi

Menurut penelitian Deloitte, Gen Z adalah generasi paling beragam dalam sejarah dunia. Laporan tersebut menjelaskan bahwa “Keberagaman penting bagi mereka melalui banyak dimensi, tidak hanya terkait dengan ras dan gender, tetapi juga terkait dengan identitas dan orientasi”. Selain itu, Deloitte menemukan bahwa inklusi dan keragaman adalah faktor penting yang dipertimbangkan Gen Z saat menerima tawaran pekerjaan.

3.Pembinaan & pendampingan
Meskipun karyawan Gen Z mandiri dan memiliki kecenderungan wirausaha, mereka tetap menghargai dukungan yang membimbing mereka di sepanjang jalan. Pengembangan karier yang disukai Gen Z adalah memiliki beragam peluang kewirausahaan dengan keamanan pekerjaan yang stabil, dan mereka mungkin menawarkan lebih banyak loyalitas kepada perusahaan yang dapat menawarkan hal ini.

4. Eksplorasi karier
Jenjang karier masa depan akan ditentukan oleh reskilling yang konstan dan perpindahan ke jenis peran baru, jadi alih-alih berpindah pekerjaan ke perusahaan baru, karyawan Gen Z akan “melakukan lompatan peran” dalam perusahaan mereka. Ini berarti perusahaan memiliki tanggung jawab kepada karyawan Gen Z untuk membantu mereka mengeksplorasi peluang karier dan membantu mereka memastikan keterampilan mereka mutakhir untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

5. Business writting
Karyawan Gen Z tumbuh dengan menulis teks dan posting media sosial, tetapi mereka mungkin tidak terbiasa dengan konvensi menulis dalam pengaturan bisnis. Singkatan, emoji, dan kurangnya tanda baca mungkin sudah biasa di media sosial, tetapi dapat dianggap tidak profesional dalam komunikasi di tempat kerja. Perusahaan bisa menawarkan pelatihan tentang komunikasi bisnis tertulis pada mereka.

6. Fokus dan produktivitas
Karyawan Gen Z telah tumbuh dengan internet dan media sosial. Tetapi smartphone mereka juga merupakan sumber gangguan. Laporan Gangguan Tempat Kerja dari Udemy menemukan bahwa 69% pekerja Gen Z mengatakan bahwa memeriksa smartphone mengganggu konsentrasi mereka. Perusahaan bisa membantu para pekerja baru ini dengan memberikan pelatihan tentang cara membatasi gangguan dan meningkatkan produktivitas.**(RW)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply