Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, Juni 25, 2021
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Ternyata Sifat Lupa Punya Efek Positif, Ini Penjelasannya

Topcareer.id – Terkadang lupa itu baik untuk kesehatan mental daripada memaksa mengingat sesuatu.

Menurut psikolog, memahami penyebab hilangnya memori juga membantu kamu mengingat dengan lebih baik. Setiap orang cenderung melupakan banyak hal.

Fakta ini memang kurang nyaman didengar dan mungkin bisa membuatmu marah, tapi lupa itu juga bisa membantu kamu untuk rileks. Lagipula, apakah kamu yakin untuk selalu ingin mengingat semua hal?

Lupa sering memberi reputasi buruk pada otak, tetapi apakah itu benar-benar buruk? Sistem neurotik manusia cenderung melupakan pengalaman traumatis untuk menghilangkan efek negatifnya. Dalam pengertian itu, melupakan adalah pengalaman yang membebaskan dari penderitaan kita.

“Otak manusia sangat fleksibel. Kemampuannya untuk secara selektif memangkas cabang ingatan kita yang salah adalah adaptasi yang diperlukan. Jika kita mengingat setiap momen setiap hari, kebanyakan dari kita akan terlalu terpaku pada pikiran kita sendiri untuk berfungsi,” tulis Lauren Gravitz, seorang penulis sains dan lingkungan.

Baca juga: Traveling Tak Akan Pernah Kembali Seperti Sebelum Pandemi COVID-19

Melupakan membantu otak untuk mengingat
Menghancurkan beberapa ingatan lama dapat diterjemahkan sebagai latihan melupakan, ini bisa membantu untuk mengingat dengan lebih baik dan mengecilkan beban berat pada sistem saraf otak.

“Kami telah beberapa lama berpendapat melupakan itu adaptif, bahwa orang secara aktif menghambat beberapa ingatannya untuk memfasilitasi fokus mental,” kata Michael Anderson, profesor ilmu saraf kognitif di University of Oregon.

Memori baru bisa jadi lebih merupakan hasil dari pembersihan informasi yang tidak perlu daripada memprosesnya.

Tetapi bagaimana kamu bisa membersihkan informasi yang tidak berguna demi yang esensial?

Membersihkan bukan hanya sesuatu yang terjadi secara sistematis seiring berjalannya waktu. Para ahli berpikir bahwa saat-saat krisis biasanya memaksa orang untuk berpikir tentang apa yang perlu mereka bersihkan.

Psikolog percaya bahwa jika kamu mengidentifikasi siapa kamu dan apa yang ingin kamu lakukan dalam hidupmu pada saat itu, kamu akan berada dalam posisi yang baik untuk menghilangkan ingatan yang tidak kamu butuhkan lagi.

Dengan kata lain, kamu akan melupakan hal-hal yang tidak perlu kamu ingat selamanya, membersihkan penyimpanan neurologis kamu dari informasi yang tidak perlu, dan membebaskan dirimu dari beban mental yang sulit kamu atasi.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan