Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Juni 23, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Masih Banyak Tenaga Kesehatan di AS yang Menolak Vaksin

Topcareer.id – Keberadaan vaksin rupanya tak serta merta jadi jawaban terhadap pandemi Covid-19 yang telah melanda hampir setahun ini.

Di Amerika Serikat, ketika banyak pihak yang berjuang untuk mendapatkan dosis pertama vaksin COVID-19 mereka, beberapa petugas kesehatan justru tercatat menolak untuk menggunakannya.

Menurut survei terbaru yang dilakukan oleh Surgo Ventures, sejumlah dokter, perawat, pekerja EMS, staf pendukung dan karyawan perawatan kesehatan lainnya dengan persentase yang cukup signifikan, khawatir jika vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna tidak cukup aman atau efektif,

Surgo Ventures sendiri merupakan organisasi yang berfokus pada pemecahan masalah kesehatan dan sosial.

Dalam survei tersebur, beberapa nakes khawatir pengembangan vaksin itu dibuat secara terburu-buru.

“Kami memiliki lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan agar petugas kesehatan mengambil vaksin. Hanya membuatnya tersedia saja tidak cukup,” ucap Hannah Kemp, direktur program Surgo Ventures, sepert dikutip dari CBS MoneyWatch.

“Kami harus mengambil pendekatan yang lebih tepat dan ditargetkan untuk menjangkau segmen populasi yang berbeda, untuk mengatasi keraguan.”

Baca juga: Tips Tetap Sehat Meski Hobi Ngemil

Surgo menyurvei lebih dari 2.500 pekerja perawatan kesehatan AS untuk menilai kenyamanan mereka dalam mendapatkan vaksinasi.

Pada saat survei, yang dilaksanakan dari 17 hingga 30 Desember, 53% responden telah ditawari vaksin.

Dari para pekerja tersebut, 15%, atau hampir 200 orang yang disurvei, mengatakan mereka telah menolak untuk mengambil vaksin.

Mereka mengklaim tidak ada cukup bukti bahwa pengobatan tersebut efektif, meskipun ada jaminan sebaliknya oleh badan kesehatan federal dan negara bagian serta perusahaan farmasi besar.

Sementara itu, 24% lainnya menyebutkan masalah keamanan pribadi, sementara 16% mengatakan mereka menganggap proses persetujuan terlalu terburu-buru.

Dengan jumlah kematian akibat COVID-19 mendekati 400.000, temuan tersebut menggarisbawahi tantangan utama ketika pemerintahan Biden yang masuk, serta ketika negara bagian di seluruh negeri mencoba untuk mempercepat peluncuran awal vaksin yang tidak menentu.

“Jika petugas kesehatan ragu-ragu hingga perlu melakukan upaya khusus untuk mengatasinya, berarti kami akan menghadapi tantangan besar dalam meyakinkan masyarakat umum untuk menggunakan vaksin di AS,” kata Kemp.**(Feb)

the authorSherley Agnesia

Tinggalkan Balasan