Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Wednesday, March 3, 2021
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Ruangan Anti Cerai di Rumania Ini Ampuh Gagalkan Pasangan yang Hendak Bercerai

Topcareer.id – Biertan, sebuah desa indah di wilayah Transilvania yang terkenal di Rumania ini memiliki obat ampuh untuk perceraian.

Ya, di sana ada penjara perkawinan yang dikenal sebagai rumah anti cerai tempat bagi pasangan yang perkawinannya nyaris kandas akan dikurung di sana berduaan selama berminggu-minggu untuk menyelesaikan masalah mereka.

Meskipun kedengarannya seperti mimpi buruk, namun penyelesaiannya di sana cukup efektif karena hanya ada satu pasangan yang bercerai dalam kurun waktu selama 300 tahun.

Baca Juga: Jenis Profesi yang Rentan Alami Perceraian

Uskup setempat adalah orang yang mengunci orang-orang yang ingin bercerai di penjara kecil itu. Di dalam penjara tersebut mereka akan menghabiskan enam minggu berdua untuk menghidupkan kembali pernikahan mereka.

Di dalam rumah anti cerai, pasangan suami istri yang akan bercerai harus saling berbagi untuk segalanya, mulai dari tidur di atas single bed dengan satu bantal, satu kursi, satu meja tunggal, dan satu set peralatan makan yang hanya cukup untuk satu orang.

“Lutheranisme, agama Transylvanian Saxon, mengatur sebagian besar aspek kehidupan, dan meskipun perceraian diperbolehkan dalam keadaan tertentu seperti adanya perzinahan, namun lebih disukai jika pasangan berusaha untuk menyelamatkan pernikahan mereka.

Jadi pasangan yang ingin bercerai di sana akan mengunjungi uskup secara sukarela, dan mereka akan dikirim ke penjara perkawinan untuk melihat apakah perbedaan mereka dapat didamaikan sebelum mereka berpisah.

Jika pasangan itu memutuskan untuk bercerai setelah menghabiskan minggu-minggu yang panjang di penjara, sang suami harus membayar setengah dari penghasilannya kepada mantan istrinya. Namun, jika sang suami tetap bersikeras bercerai dan menikah lagi lalu bercerai lagi, istri yang kedua tidak berhak atas apa pun. Hmm..menarik ya, gimana pendapat kamu?**(RW)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply