Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, Juni 25, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Tenang, Vaksin Covid-19 Tak akan Sebabkan Kemandulan

Topcareer.id – Tak dapat dipungkiri, Pandemi Covid-19 telah menimbulkan dampak yang tidak proporsional pada karier, keuangan, dan kehidupan rumah tangga wanita.

Meskipun vaksin mungkin merupakan solusi, banyak wanita muda yang mengatakan bahwa mereka akan melewatkannya karena takut mengganggu kesuburan mereka.

Ketakutan akan isu-isu semacam ini disinyalir berasal dari kurangnya data, serta kepercayaan terhadap postingan media sosial yang secara salah mengklaim bahwa vaksin virus corona menyebabkan banyak hal negatif pada tubuh, salah satunya kemandulan.

New York Times melaporkan, teori semacam ini tidaklah akurat. Mendapatkan vaksinasi justru adalah cara terbaik bagi perempuan untuk melindungi diri dan keluarganya.

Satu mitos mengklaim bahwa vaksin menyebabkan infertilitas dengan menghasilkan antibodi yang tidak hanya menargetkan protein lonjakan virus corona seperti yang dirancang, tetapi juga secara tidak sengaja bereaksi dengan protein di dalam plasenta yang disebut syncytin-1.

Diduga, protein virus dan protein manusia memiliki struktur yang sangat mirip sehingga antibodi pelindung terhadap virus corona juga akan mencegah plasenta berkembang dengan baik sehingga menyebabkan kemandulan.

Baca juga: Pikirkan 3 Hal Ini Jika Beban Kerja Tak Sesuai Dengan Gaji

Alice Lu-Culligan, seorang M.D.-Ph.D. siswa di Yale School of Medicine, dan Akiko Iwasaki, profesor imunobiologi di Yale School of Medicine menyangkal hal ini. Menurut mereka, mitos tersebut jelas sepenuhnya salah.

“Tim kami membandingkan protein lonjakan virus corona dengan sinkitin-1 plasenta, dan kami tidak menemukan kemiripan yang mencolok antara urutan asam aminonya,” ungkap keduanya.

“Kami menganalisis serum dari wanita dengan Covid-19 dan tidak mendeteksi reaksi apa pun antara antibodi pasien dan protein syncytin-1.”

Selain itu, sejauh ini, tidak ada laporan mengenai adanya ketidaksuburan di antara wanita yang telah pulih dari Covid-19.

“Kami (justru) khawatir dengan wanita yang ragu untuk diimunisasi, meremehkan risiko Covid-19, dan melebih-lebihkan risiko vaksin,” ujar mereka.**(Feb)

the authorSherley Agnesia

Tinggalkan Balasan