Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, April 13, 2021
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Apakah Musik Klasik Mozart Membuat Bayi Lebih Pintar? Ini Penjelasannya

Ilustrasi. (dok. istimewa)

Topcareer.id – Kebanyakan orang tua, calon orang tua, kakek nenek, dan lainnya saat ini telah merenungkan “efek Mozart,” yang menyatakan bahwa memaparkan bayi pada musik klasik, bahkan dalam kandungan, meningkatkan IQ mereka dan aspek lain dari perkembangan kognitif mereka.

Tetapi apakah ada kebenaran dari efek Mozart? Dukungan ilmiah utamanya berasal dari penelitian tahun 1993 yang menunjukkan bahwa musik klasik meningkatkan sementara nilai mahasiswa pada dua bagian tes kecerdasan umum.

Studi selanjutnya menemukan musik klasik meningkatkan kinerja anak-anak prasekolah pada tugas melipat dan memotong kertas.

Dalam studi yang dilakukan ditemukan anak-anak bisa melakukan tugasnya dengan baik setelah mereka mendengar cerita atau mendengarkan musik anak-anak. Terlebih lagi mereka bergantung pada seberapa besar mereka menyukai musik atau ceritanya.

Baca juga: Penularan Covid-19 Lebih Kecil saat Naik Lift daripada Makan di Restoran

Hal ini membuat teori tandingan bahwa passion dan kesukaan merekalah yang benar-benar memengaruhi kinerja, bukan musik klasik itu sendiri.

Tetapi apakah Mozart mempengaruhi otak? Dipelopori oleh artikel Journal of Comparative Neurology tahun 1964 oleh ahli saraf Marian Diamond, penelitian selama puluhan tahun telah menunjukkan bahwa berbagai jenis lingkungan yang diperkaya dengan banyak hal positif dapat meningkatkan perkembangan otak.

Penelitian Diamond menunjukkan bahwa ketika tikus tinggal di kandang yang lingkungannya diperkaya dengan mainan dan ditemani tikus lain, otak mereka menunjukkan kepadatan sel yang lebih besar dan jaringan yang lebih kompleks dari koneksi antar neuron daripada otak tikus yang hidup sendiri dalam lingkungan kecil yang kosong.

Penelitian terkait telah menunjukkan bahwa memainkan musik berulang kali pada bayi tikus dapat menyebabkan jenis pertumbuhan saraf serupa di korteks pendengaran mereka. Para pendukung efek Mozart sering mengutip baris penelitian ini. Namun tidak jelas apakah jenis perubahan otak ini mempengaruhi kecerdasan.

Tren penelitian baru berfokus pada efek mempelajari musik. Sejauh ini hasil menunjukkan bahwa sebenarnya mempelajari musiklah yang dapat meningkatkan IQ anak-anak lebih baik dari hanya sekadar mendengarkannya.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan