Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, April 13, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Bill Gates Berniat Redupkan Sinar Matahari

Sumber foto: TIME

Topcareer.id – Bill Gates yang dilaporkan memiliki kekayaan sekitar US $ 118 miliar tengah menjajaki kemungkinan proyek barunya yakni meredupkan matahari.

“Kamu tidak bisa menutupi matahari dengan jari-jari, tapi mungkin dengan sains dan teknologi.” Kata Gates. Menurut Forbes, Bill Gates mendanai proyek meredupkan sinar matahari dengan tujuan “mendinginkan” bumi yang semakin panas.

Dengan bantuan dari Ilmuwan Harvard, Gates mencoba melakukan penelitian dan menentukan apakah mereka dapat meredupkan sinar matahari untuk mendinginkan planet Bumi.

Penelitiannya disebut “Eksperimen Gangguan Terkendali Stratosfer” (SCoPEx untuk akronimnya dalam bahasa Inggris).

Solusi ini akan dicapai dengan menyemprotkan berton-ton kalsium karbonat tidak beracun (CaCO3) ke atmosfer. SCoPEx adalah eksperimen ilmiah untuk memajukan pemahaman tentang aerosol stratosfer yang mungkin relevan untuk rekayasa geo surya.

Baca juga: Singapura Jadi Negara Asia Pertama Yang Setujui Vaksin Moderna

Proyek ini akan mulai melakukan tes yang sejauh ini terdiri dari pelepasan balon dengan peralatan ilmiah yang tidak akan menyemprotkan CaCO3 tetapi akan berfungsi sebagai uji gerak dan mengeksplorasi komunikasi serta sistem operasi.

“Kami berencana menggunakan balon tahan ketinggian untuk mengangkat paket instrumen sekitar 20 km ke atmosfer. Setelah ditempatkan, sejumlah kecil material akan dilepaskan untuk menciptakan massa udara yang terganggu dengan panjang sekitar satu kilometer dan diameter seratus meter. Kemudian kami akan menggunakan balon yang sama untuk mengukur perubahan yang dihasilkan pada massa udara yang terganggu, termasuk perubahan densitas aerosol, kimia atmosfer, dan hamburan cahaya,” jelas ilmuwan Harvard.

Namun menurut Forbes, para penentang ilmiah dari proyek ini percaya bahwa geoengineering matahari dapat membawa risiko yang tidak dapat dihindari dan perubahan ekstrim dalam pola cuaca yang tidak berbeda dengan tren pemanasan global saat ini.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan