Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Juli 31, 2021
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Vitamin C: Ini Efek Baik dan Buruknya Bagi Tubuh

Vitamin C

Topcareer.id – Vitamin C merupakan vitamin yang larut dalam air dan sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan normal, serta daya tahan tubuh.

Tubuh tidak dapat membuat vitamin C sendiri dan tidak bisa menyimpan vitamin C sebagai cadangan. Oleh karena itu penting untuk makan banyak makanan yang mengandung vitamin C setiap hari.

Selama bertahun-tahun, vitamin C telah menjadi obat rumah tangga yang populer untuk flu biasa. Penelitian menunjukkan bahwa bagi kebanyakan orang, suplemen vitamin C atau makanan kaya vitamin C tidak mengurangi risiko terkena flu biasa.

Namun, bagi orang yang mengonsumsi suplemen vitamin C secara teratur, mungkin mengalami flu yang sedikit lebih singkat atau gejala yang agak lebih ringan.

Berikut ini sumber makanan alami untuk mendapat asupan vitamin C:

  • Buah-buahan dengan sumber vitamin C tertinggi meliputi:
    • Blewah
    • Jeruk
    • Kiwi
    • Mangga
    • Pepaya
    • Nanas
    • Strawberry, raspberry, blueberry, dan cranberry
    • Semangka
  • Sayuran dengan sumber vitamin C tertinggi meliputi:
    • Brokoli
    • Kembang kol
    • Paprika hijau dan merah
    • Bayam
    • Kubis
    • Lobak hijau dan sayuran berdaun hijau lainnya
    • Kentang
    • Tomat
    • Labu

Perlu kamu perhatikan bahwa memasak makanan kaya vitamin C atau menyimpannya dalam jangka waktu lama bisa mengurangi kandungan vitamin C.

Sumber makanan alami terbaik vitamin C adalah buah dan sayuran mentah. Paparan cahaya juga bisa menurunkan kandungan vitamin C. Pilihlah jus jeruk yang dijual dalam kemasan karton daripada botol bening.

Baca juga: Peran Vitamin C Bagi Tubuh dalam Melawan COVID-19

Efek samping

Efek samping yang serius dari terlalu banyak vitamin C sangat jarang terjadi, karena tubuh tidak dapat menyimpan vitamin tersebut. Namun, jumlah lebih dari 2.000 mg/hari sama sekali tidak dianjurkan.

Dosis setinggi ini dapat menyebabkan sakit perut dan diare. Suplementasi vitamin C dosis besar tidak dianjurkan selama kehamilan. Mereka bisa menyebabkan kekurangan vitamin C pada bayi setelah melahirkan.

Namun jika terlalu sedikit mengonsumsi vitamin C dapat menyebabkan penurunan daya tahan tubuh dalam melawan infeksi, anemia, gusi berdarah, rambut kering dan membelah, mudah memar, kulit kasar atau kering bersisik.

Bentuk defisiensi vitamin C yang parah dikenal sebagai penyakit kudis. Ini terutama mempengaruhi orang dewasa dan lebih tua yang kurang gizi.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan