Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Minggu, November 28, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

3 Varian Virus yang Jadi Perhatian Utama Peneliti Sequencing di Indonesia

virus corona

Topcareer.id – Pemerintah tingkatkan upaya surveilans  (pengumpulan data yang terus menerus dan pemantauan) genom virus SARS-CoV-2 agar dapat dilakukan upaya pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19 di Indonesia. Apalagi banyaknya isu mutasi materi genetik virus yang berkembang di negara lain.

Menristek/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, seperti yang diketahui, ada kekhawatiran bahwa varian baru virus SARS-CoV-2 dapat mempengaruhi tingkat penyebaran, tingkat keparahan dan juga efek pada vaksin Covid-19 yang beredar saat ini.

“Virus mempunyai kemampuan berkembang dan beradaptasi berdasarkan lingkungannya, dengan rentang akumulasinya 1 sampai 2 mutasi per bulannya,” jelas Menristek mengutip pers rilis, Senin, (15/2/2021).

Varian baru yang menjadi perhatian utama dari para peneliti Whole Genome Sequencing (WGS) di Indonesia saat ini adalah:

  • Varian B 1.1.7 atau VOC202012/01 atau VUI202012/01 dari Inggris;
  • Varian B 1.351 atau 501Y.V2 dari Afrika Selatan; dan
  • Varian B 1.1.28.1 atau P.1 dari Brazil.

Baca juga: Gara-Gara Covid-19, Jumlah Penduduk Miskin Bertambah Jadi 27,55 Juta Orang

Data sementara di Indonesia belum menunjukkan adanya varian baru tersebut, namun masih diperlukan informasi yang lebih mendalam. Surveilans genom dilakukan untuk mengetahui dan mempelajari varian baru ini, apakah lebih menular sehingga dapat semakin memperburuk kondisi pandemi di Indonesia. Untuk kelancaran surveilans diperlukan koordinasi di tingkat nasional dan global.

“Setelah kita perhatikan dampaknya cukup serius di 3 negara tersebut. Mengingat luasnya jaringan transpor global dan rentannya negara-negara yang relatif terbuka seperti Indonesia, maka pelacakan perlu diperkuat secara intensif untuk mengidentifikasi tipe mutasi virus yang beredar di Indonesia,” ujarnya.

Meskipun belum ditemukan, lanjutnya, namun varian B 1.1.7 sudah dilaporkan di beberapa negara Asia dan Australia, jadi membutuhkan pengawasan yang lebih terintegrasi dan kuat.

Pada 8 Januari 2021 telah dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Surveilans Genom Virus SARS-CoV-2 antara Menristek/Kepala BRIN dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, serta penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Plt. Sekretaris Menristek/Sekretaris Utama BRIN Mego Pinandito dengan Kepala Balitbangkes Kemenkes Slamet tentang Riset dan Inovasi Dalam Rangka Surveilans Genom Virus SARS-CoV-2.**(Feb)

Tinggalkan Balasan