Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Senin, April 19, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Profesi Ini Juga Miliki Risiko Kematian Tinggi Saat Pandemi

Ilustrasi virus corona COVID-19. (pexels)

Topcareer.id – Sebuah studi baru dari University of California, San Francisco menunjukkan bahwa juru masak memiliki risiko kematian tertinggi selama pandemi Covid – bahkan lebih dari petugas layanan kesehatan.

Untuk studi tersebut, para peneliti menganalisis sertifikat kematian California untuk orang-orang usia kerja 18 hingga 65 tahun, selama tujuh bulan pertama pandemi. Kemudian mereka melihat bagaimana jumlah kematian meningkat dalam kerangka waktu tersebut dibandingkan dengan waktu sebelum pandemi.

Mengutip CNBC Make It, Alicia Riley, Sosiolog dan Sarjana Postdoctoral di University of California, San Francisco Data mengatakan, sertifikat kematian itu mencakup informasi rinci tentang individu, termasuk pekerjaan dan industri yang mereka pegang, yang memungkinkan para peneliti untuk fokus pada pekerja penting.

Secara keseluruhan, para peneliti menemukan peningkatan kematian sebesar 22% selama pandemi. “Namun yang sangat mengejutkan kami adalah seberapa besar risiko tersebut bervariasi di berbagai sektor dan bahkan di seluruh pekerjaan tertentu,” kata Riley kepada CNBC Make It.

Golongan koki mengalami peningkatan 60% dalam kematian terkait dengan pandemi. Lima pekerjaan teratas yang memiliki peningkatan angka kematian lebih dari 50% selama pandemi termasuk juru masak, pekerja gudang, pekerja pertanian, tukang roti, dan buruh konstruksi.

“Apa yang kamu lihat dalam daftar pekerjaan yang sangat tragis ini, adalah bahwa ini adalah pekerjaan dengan bayaran rendah,” kata Riley.

Baca juga: Menurut Sains, Orang Narsisis Biasanya Akan Dapatkan Jabatan Ini

“Ini adalah pekerjaan yang, terutama di California, dipegang oleh pekerja imigran. Dan ini adalah pekerjaan yang tidak kita perhatikan. Orang-orang dengan posisi ini mungkin tidak memiliki kemampuan untuk bekerja dari jarak jauh, mengambil cuti jika mereka sakit atau mendapatkan cuti sakit,” katanya.

Risikonya juga bervariasi berdasarkan ras dan etnis. Studi tersebut menemukan bahwa “kematian berlebih,” yang merupakan kesenjangan antara perkiraan jumlah kematian pada tahun-tahun sebelumnya dan 2020, meningkat 36% untuk orang-orang Latin California.

Lalu 28% untuk orang-orang California berkulit hitam dan 18% untuk orang-orang California Asia. Di antara warga California usia kerja kulit putih, angka kematian meningkat 6% selama pandemi.

Riley mengatakan harapannya adalah ada lebih banyak fokus untuk melindungi kelompok orang-orang yang memiliki pekerjaan berisiko tinggi ini. Di California, pekerja makanan dan pertanian saat ini berada di antrean berikutnya untuk mendapatkan vaksinasi.**(Feb)

Tinggalkan Balasan