Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Monday, April 12, 2021
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Penelitian: Olahraga bisa Bantu Cegah Kanker

Foto Ilustrasi

Topcareer.id – Melakukan olahraga teratur akan menjadi semakin penting dalam membantu mencegah kanker, kata para ilmuwan.

Sejak pandemi dimulai setahun lalu, semakin banyak orang yang melaporkan bertambahnya berat badan akibat berkurangnya aktivitas fisik. Sementara yang lain mengatakan mereka telah makan lebih banyak junk food.

Kelebihan berat badan atau obesitas membuat individu rentan terhadap kerusakan jaringan dan perkembangan tumor. Lebih dari selusin jenis kanker telah dikaitkan dengan kelebihan berat badan dalam studi penelitian terbaru.

“Kita perlu makan makanan yang lebih baik, tetapi juga jelas bahwa olahraga teratur pun sangat penting dalam pencegahan kanker,” kata Prof Linda Bauld dari Universitas Edinburgh.

Bauld mengatakan bahwa meskipun tembakau dan merokok tetap menjadi penyebab utama kanker di Inggris, obesitas sekarang menjadi risiko tertinggi kedua dan di masa depan cenderung menjadi penyebab utama.

Ini didorong oleh dua faktor. Semakin banyak orang berhenti merokok sementara jumlah yang meningkat menjadi kelebihan berat badan dan obesitas, dan lockdown telah mempercepat proses itu.

Akibatnya, diprediksi pada tahun 2040 obesitas akan menggantikan kebiasaan merokok sebagai penyebab utama kanker.

Baca juga: 5 Tips Jaga Kesehatan selama Musim Hujan di tengah Pandemi COVID-19

Di antara kanker yang telah terbukti mendapat manfaat dari peningkatan aktivitas fisik adalah kanker payudara dan usus.

Namun, penelitian terbaru juga menyoroti hubungan antara olahraga dan kanker lainnya. Dalam satu percobaan baru-baru ini yang menggunakan tikus, para ilmuwan, yang didanai oleh Cancer Research UK, membandingkan kelompok yang hidup tidak banyak bergerak dengan kelompok lain yang ditempatkan di treadmill selama 30 menit tiga kali seminggu.

Para ilmuwan menemukan bahwa olahraga ringan mengurangi tingkat peradangan hati, yang dapat menyebabkan tumor, dan meningkatkan metabolisme tikus yang lebih tua, bahkan pada tikus yang menderita penyakit hati.

Selain itu, penelitian yang dipimpin oleh Prof Derek Mann, dari Pusat Kanker Universitas Newcastle, menemukan bahwa tikus yang berolahraga memiliki lebih sedikit lemak di hati mereka dan bergerak lebih cepat.

Studi terbaru lainnya oleh Cancer Research UK menunjukkan bahwa lebih dari 135.000 kasus kanker, sekitar empat dari 10 kasus di Inggris dapat dicegah setiap tahun sebagian besar melalui perubahan gaya hidup dengan peningkatan aktivitas fisik dalam bentuk apa pun.

“Masalah sebenarnya adalah memiliki terlalu banyak lemak di tubuh kita,” kata Bauld. “Namun, ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa menjadi orang yang lebih aktif dapat memberikan banyak manfaat untuk pencegahan kanker,” Imbuhnya.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply