Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, April 22, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Mata Uang Digital Vs. Cryptocurrency. Apa Bedanya?

Topcareer.id – Perkembangan teknologi digital kini telah menyajikan banyak kemudahan salah satunya penggunaan mata uang digital dan cryptocurrency (mata uang kripto).

Pernahkah kamu bertanya-tanya apa sih perbedaan antara mata uang digital dan cryptocurrency yang kini ramai diperbincangkan dalam dunia bisnis dan teknologi?

Masih banyak orang yang menganggap mata uang digital dan cryptocurrency hal yang sama. Tidak, mereka tidak sama!

Berikut ini penjelasan tentang perbedaan kedua jenis mata uang tersebut.

Mata Uang Digital
Mata uang digital seperti uang digital, uang elektronik atau mata uang elektronik adalah saldo atau catatan yang disimpan dalam basis data terdistribusi di Internet, dalam basis data komputer elektronik, dalam file digital, atau dalam kartu nilai yang disimpan. Contoh mata uang digital termasuk cryptocurrency, mata uang virtual, mata uang digital bank sentral, paypal, dan e-Cash.

Baca Juga: Bill Gates: Hati-Hati Investasi Bitcoin, Bila Kamu Tak Sekaya Elon Musk

Tidak memiliki ciri fisik apa pun di dunia nyata, tetapi memiliki semua karakteristik uang tradisional. Sehingga bisa digunakan untuk mentransfer, jual beli, dan menukarnya dengan mata uang lain. Mata uang digital tidak memiliki batasan geografis atau politik,transaksi dapat dikirim dari dan ke mana saja. Dalam hal ini, akun digital dan dompet elektronik yang menyimpannya disebut sebagai bank deposit. Mata uang digital dapat digunakan untuk membayar barang dan jasa di toko online.

Cryptocurrency
Cryptocurrency atau mata uang kripto merupakan aset digital yang dirancang untuk berfungsi sebagai media pertukaran di mana catatan kepemilikan koin individu disimpan dalam buku besar yang ada dalam bentuk database terkomputerisasi menggunakan kriptografi yang kuat untuk mengamankan catatan transaksi, mengontrol pembuatan koin tambahan, dan memverifikasi transfer kepemilikan koin.

Biasanya menggunakan kontrol terdesentralisasi sebagai lawan dari mata uang digital terpusat dan sistem bank sentral. Setiap cryptocurrency bekerja melalui teknologi buku besar terdistribusi, biasanya blockchain yang berfungsi sebagai database transaksi keuangan publik.

Mata uang kripto didukung algoritma yang digunakan sebagai token di komunitas online tertentu dan didukung oleh teknologi, aset, atau proyek tertentu. Cryptocurrency dianggap aman, andal, dan dapat dipercaya karena didasarkan pada kriptografi.

Meskipun cryptocurrency adalah varian dari mata uang digital, namun ada beberapa perbedaan utama di antara keduanya.

  • Mata uang digital tersentralisasi, artinya transaksi dalam jaringan diatur dalam satu lokasi terpusat seperti bank. Cryptocurrency sebagian besar terdesentralisasi dan peraturan di dalam jaringan diatur oleh mayoritas komunitas. Ada juga cryptocurrency yang sepenuhnya tersentralisasi dan dijalankan oleh organisasi pendiri.
  • Mata uang digital tidak transparan. Dengan mata uang digital, kamu tidak dapat memilih alamat dompet dan melihat semua transfer uang sejak awal waktu. Informasi ini dijaga kerahasiaannya. Sedangkan kebanyakan cryptocurrency transparan. Siapapun dapat melihat semua transaksi yang dibuat dan diterima oleh setiap penggunanya, karena semua aliran pendapatan ditempatkan dalam rantai publik (blockchain).
  • Mata uang digital memiliki otoritas pusat yang dapat menangani masalah apa pun, misalnya membekukan atau membatalkan transaksi atas permintaan peserta atau pihak berwenang. Cryptocurrency (dalam kasus yang terdesentralisasi) diatur oleh komunitasnya masing-masing.**(RW)
the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan