Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, April 17, 2021
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

3 Variabel Ini Jadi Pemicu Tanah Longsor

Dok/PixabayDok/Pixabay

Topcareer.id – Tanah longsor merupakan gerakan menuruni lereng dari suatu massa batuan, puing-puing, tanah, atau campuran tanah dan puing.

Peristiwa ini terjadi ketika gaya gravitasi dan jenis tegangan geser lainnya dalam suatu lereng melebihi kekuatan geser pada material yang membentuk lereng tersebut.

Pada musim hujan, kerap terjadi tanah longsor di beberapa daerah akibat curah hujan yang tinggi. Namun tidak hanya hujan yang menyebabkan longsor, ternyata ada beberapa variabel yang bisa mengakibatkan tanah longsor di beberapa daerah.

Berikut di antaranya:

Baca juga: Ini Bahaya Yang Dihadapi Pengangguran Jangka Panjang

Peran gravitasi
Tanah longsor hampir selalu bergerak menuruni lereng. Ini karena gaya gravitasi yang bertindak untuk memindahkan material ke bawah bukit. Biasanya tanah dari ketinggian tidak longsor karena ditangkal oleh dua hal yakni kekuatan internal material dan gesekan material pada lereng. Namun saat gaya gravitasi bumi menjadi lebih besar daripada gaya gesek atau kekuatan internal batuan, tanah, maupun sedimen, maka terjadilah tanah longsor.

Peran gesekan
Besarnya gesekan antara deposit batuan atau tanah dan lereng tempat ia bertumpu memainkan peran besar dalam terjadinya longsor. Bayangkan kamu mencoba menggeser batu besar di sepanjang permukaan datar itu akan sangat sulit karena adanya gesekan antara batuan dan permukaan datar.

Mendorong batuan lebih mudah jika permukaannya miring ke bawah atau licin. Hal yang sama berlaku untuk tanah longsor. Lereng yang lebih curam memiliki lebih sedikit gesekan sehingga membuat tanah longsor lebih sering terjadi. Setiap perubahan pada permukaan bumi yang meningkatkan kemiringan (misalnya, pengerukan tanah di dasar lereng oleh manusia) dapat meningkatkan kemungkinan tanah longsor.

Peran air
Penambahan air pada material di lereng bisa menjadi penyebab longsor yang lebih umum. Ini karena air menambah bobot yang signifikan pada tanah di lereng saat air merembes ke dalam tanah sehingga menambah gaya gravitasi.

Air juga menurunkan kekuatan dari material yang membuat kurang mampu menahan gaya gravitasi. Air mengurangi adanya gesekan sehingga lebih mudah memindahkan material ke bagian bawah bukit. Proses ini membantu untuk menjelaskan mengapa tanah longsor lebih sering terjadi selama musim hujan dan terutama setelah badai besar.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan