Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Juli 31, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Riset AWS: Indonesia Butuh Lebih dari 110 Juta Pekerja Digital Baru di 2025

Topcareer.id – Amazon Web Services, Inc. (AWS), salah satu perusahaan milik Amazon.com, merilis sejumlah temuan menarik dari sebuah laporan riset terbaru. Salah satu temuannya, yakni Indonesia butuh lebih dari 110 juta pekerja digital baru di tahun 2025 agar mampu selaras dengan setiap dinamika perubahan teknologi di masa depan.

Riset yang disusun oleh AlphaBeta ini menyajikan beragam analisis mengenai jenis-jenis keahlian yang diterapkan oleh pekerja masa kini dan memprakirakan jenis-jenis keahlian digital yang nantinya akan sangat dibutuhkan oleh angkatan kerja dalam kurun waktu 5 tahun mendatang di 6 negara Asia Pasifik – Indonesia, Australia, India, Jepang, Singapura dan Korea Selatan.

Riset berjudul “Unlocking APAC’s Digital Potential: Changing Digital Skill Needs and Policy Approaches” itu mengatakan, sebanyak 59 persen pekerja digital di Indonesia yang saat ini belum mengoptimalkan penerapan kecakapan mereka di bidang komputasi awan menyebutkan bahwa nantinya di tahun 2025 jenis-jenis keahlian tersebut akan sangat dibutuhkan dalam pekerjaan mereka masing-masing.

Baca Juga: 4 Strategi Manfaatkan Ranah Digital untuk Menonjol di Mata Perekrut

Dari riset tersebut terungkap bahwa pekerja-pekerja yang sudah mempunyai keahlian di bidang digital baru mencapai 19 persen dari seluruh angkatan kerja yang ada di Indonesia.

“Di sisi lain, untuk mendukung perekonomian dibutuhkan lebih dari 110 juta pekerja digital baru di tahun 2025 agar mampu selaras dengan setiap dinamika perubahan teknologi di masa depan,” tulis dalam rilis yang diterima Topcareer.id, Senin (15/3/2021).

Baca juga: Alasan Tukang Cukur Banyak Yang Berasal Dari Garut

Laporan ini juga menyoroti akan pentingnya penguasaan beragam jenis keahlian bagi Indonesia, seperti komputasi cloud, serta menyampaikan bahwa jenis-jenis kecakapan seperti cloud architecture design, cybersecurity, large-scale data modeling, web/software/game development, dan software operations support akan menjadi primadona dan paling dibutuhkan di tahun 2025.

Riset ini juga melibatkan lebih dari 500 pekerja digital di Indonesia yang disusun dari wawancara dengan sejumlah pakar teknologi, pemimpin bisnis, hingga para pembuat kebijakan.

“Riset yang kami prakarsai ini menyoroti adanya kebutuhan untuk meningkatkan penguasaan teknologi cloud, bahkan di sektor-sektor nonteknologi, seperti di bidang manufaktur, bagi pekerja di Indonesia,” ukata Tan Lee Chew, Managing Director for ASEAN, Worldwide Public Sector, Amazon Web Services.

Riset ini menyoroti pentingnya penguasaan di bidang cloud bagi sektor-sektor nonteknologi, seperti manufaktur, terlebih setelah dicanangkannya visi ‘Making Indonesia 4.0’ melalui percepatan realisasi pengadopsian digital.

Menurut riset ini pula, 43 persen pekerja digital di sektor manufaktur juga meyakini bahwa akan dibutuhkan kecakapan baru di bidang desain arsitektur cloud yang wajib mereka kuasai, seiring meningkatnya pengadopsian teknologi di sektor tersebut dalam mendukung terwujudnya rantai suplai yang kian optimal, serta menimbang kondisi peranti-peranti yang ada saat ini.**(RW)

Tinggalkan Balasan