Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Monday, April 12, 2021
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Vegetarian Vs Vegan, Apa Bedanya?

Topcareer.id – Vegetarian dan vegan memang sama-sama tidak makan produk hewani, namun mereka memiliki perbedaan yang mendasar yakni vegetarian tidak makan hewan, tetapi masih makan produk yang berasal dari hewan seperti susu dan telur.

Orang biasanya memilih diet vegetarian karena masalah kesehatan, batasan agama, atau masalah moral tentang melukai hewan.

Di sinilah bedanya, meskipun vegan mengikuti pedoman yang sama dengan vegetarian, vegan tidak makan hewan apa pun, termasuk yang berasal dari hewan.

Apakah diet vegetarian itu?
Menurut Vegetarian Society, vegetarian adalah seseorang yang tidak makan daging, unggas, hewan buruan, ikan, kerang, atau produk sampingan dari penyembelihan hewan.

Pola makan vegetarian mengandung berbagai tingkatan buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, kacang-kacangan dan biji-bijian. Vegetarian masih memasukkan menu susu dan telur, tergantung pada jenis diet yang diikuti.

Jenis vegetarian yang paling umum meliputi:

  • Lacto-ovo vegetarian
    Vegetarian yang menghindari semua daging hewani, tetapi mengonsumsi produk susu dan telur.
  • Lacto vegetarian
    Vegetarian yang menghindari daging dan telur hewani, tetapi mengonsumsi produk susu.
  • Ovo vegetarian
    Vegetarian yang menghindari semua produk hewani kecuali telur.
  • Vegan
    Vegetarian yang menghindari semua produk hewani dan yang berasal dari hewan.

Baca juga: Ketahui Manfaat Dan Efek Samping Menggoreng Tanpa Minyak Dengan Teknologi Air Fryer

Mereka yang tidak makan daging atau unggas tetapi mengkonsumsi ikan dianggap pescatarians, sedangkan vegetarian paruh waktu sering disebut sebagai flexitarians.

Meskipun terkadang dianggap vegetarian, pescatarian dan flexitarian memang memakan daging hewan. Oleh karena itu, mereka secara teknis tidak termasuk dalam definisi vegetarianisme.

Apa itu diet vegan?
Pola makan vegan dapat dipandang sebagai bentuk vegetarianisme yang paling ketat. Komunitas vegan berusaha untuk mengesampingkan semua bentuk eksploitasi dan kekejaman terhadap hewan sebanyak mungkin.

Oleh karena itu, pola makan vegan tidak hanya mengecualikan daging hewani, tetapi juga produk susu, telur, dan bahan yang berasal dari hewani. Ini termasuk gelatin, madu, carmine, pepsin, lak, albumin, whey, kasein dan beberapa bentuk vitamin D3.

Vegetarian dan vegan sering kali menghindari makan produk hewani karena alasan serupa. Perbedaan terbesar adalah sejauh mana mereka menganggap produk hewani dapat diterima.

Dari segi etika, vegetarian menentang pembunuhan hewan untuk dimakan, tetapi menganggap konsumsi produk sampingan hewan seperti susu dan telur dapat diterima, selama hewan disimpan dalam kondisi yang memadai.

Di sisi lain, vegan percaya bahwa hewan memiliki hak untuk bebas dari eksploitasi manusia, baik untuk makanan, pakaian, ilmu pengetahuan, atau hiburan.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply