Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Senin, April 19, 2021
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Cara Tetap Merasa Bahagia di Tempat Kerja (Bagian 2)

Dok. Marservices

Topcareer.id – Beberapa perusahaan mungkin mau memberikan berbagai fasilitas di tempat kerja, mulai dari makanan gratis hingga arena bermain dalam ruangan, demi meningkatkan kebahagiaan karyawannya di tempat kerja.

Ini merupakan bisnis yang bagus. Karyawan yang bahagia akan jauh lebih produktif dan termotivasi, serta lebih cenderung bertahan lama dengan perusahaan.

Tetapi tanpa kantor yang bisa memberikan tunjangan mewah, karyawan sebetulnya masih bisa menciptakan rasa bahagia mereka sendiri lho di tempat kerja.

Sebagai karyawan, kamu bisa kok meningkatkan kebahagiaanmu sendiri di tempat kerja dengan berbagai strategi seperti berikut ini.

Bagian kedua dari artikel:

Hindari hal negatif
Berpartisipasi dalam lingkungan kerja yang beracun akan meningkatkan ketidakbahagiaanmu, jika kamu menemukan bahwa kelompok tertentu di tempat kerja lebih cenderung terlibat dalam perilaku negatif seperti bergosip atau mengeluh, cobalah untuk menjauhkan diri dari orang-orang tersebut.

Baca juga: Cara Jadi Audiolog dan Keterampilan yang Dibutuhkan

Praktikkan keberanian profesional
Banyak orang takut akan konflik, terutama dalam lingkungan kerja ketika konflik dirasa dapat mempengaruhi masa depan profesional dan keamanan finansial kamu. Konflik bisa menjadi negatif, namun konflik juga dapat menjadi hal yang positif. Mempraktikkan keberanian profesional bisa menciptakan peluang baru bagi kamu, baik dalam posisi saat ini atau lebih jauh dalam karier kamu.

Berteman
Memiliki sahabat di tempat kerja itu istimewa. Karyawan yang melaporkan memiliki persahabatan yang kuat di tempat kerja, terlepas dari apakah persahabatan itu terbawa ke kehidupan luar mereka atau tidak, lebih cenderung bahagia dan termotivasi di tempat kerja.

Cari pekerjaan baru
Jika banyak usaha untuk menciptakan kebahagiaan di tempat kerja sudah dilakukan namun masih terasa mustahil, kamu mungkin terjebak dalam budaya kerja yang beracun atau pekerjaan yang tidak cocok untuk kamu. Mungkin ini sudah saatnya bagi kamu untuk mencari pekerjaan baru.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan