Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, Oktober 26, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Negara Paling Cashless, Norwegia Tolak Bitcoin, Ada Apa?

Montreal, Canada - 28 February 2018: Stacked cryptocurrency coins (Bitcoin, Ethereum, Litecoins)

Topcareer.id – Norwegia merupakan negara paling cashless di dunia. Menurut bank sentralnya, dari seluruh warga Norwegia hanya 4% yang melakukan pembayaran dengan uang tunai. 96% sisanya dilakukan dengan kartu nirkontak atau dompet digital.

Namun demikian, gubernur bank sentralnya mengatakan orang Norwegia tidak diperbolehkan beralih ke Bitcoin sebagai alternatif.

Oystein Olsen, gubernur Norges Bank di Oslo, mengatakan tidak terbayangkan bahwa Bitcoin sebagai mata uang kripto paling populer di dunia akan menggantikan uang yang saat ini dikendalikan oleh bank sentral.

Bitcoin “terlalu boros sumber daya, terlalu mahal dan yang terpenting, itu tidak menjaga stabilitas,” kata Olsen. “Maksud saya, properti dan tugas dasar untuk bank sentral dan mata uang bank sentral adalah untuk memberikan stabilitas dalam nilai uang dan sistem di Norwegia, dan itu tidak dilakukan oleh Bitcoin.”

Baca juga: Bill Gates: Hati-Hati Investasi Bitcoin, Bila Kamu Tak Sekaya Elon Musk

Penyingkiran Bitcoin oleh Olsen terjadi tidak lama setelah salah satu pengusaha paling terkemuka di Norwegia, Kjell Inge Rokke, mendukung cryptocurrency, dengan alasan bahwa mata uang itu pada akhirnya akan berada di sisi kanan sejarah moneter. Dia bahkan menyarankan satu Bitcoin suatu hari nanti bisa “bernilai jutaan dolar.”

Pada hari Senin (22/3), satu Bitcoin diperdagangkan sekitar USD 57.000, hampir 900% naik dari nilainya kira-kira setahun yang lalu.

Norwegia bukanlah salah satu pelopor dalam hal pengembangan mata uang digital bank sentral (CBDC). Swedia dan China para pembuat kebijakannya bekerja sama dengan pakar teknologi untuk mencari cara terbaik untuk merancang sesuatu yang dapat dikendalikan oleh bank sentral.

Norges Bank akan menerbitkan laporan tentang proyek CBDC pada bulan April 2021. Wolden Bache mengatakan tujuannya adalah bahwa pengguna “harus dapat membayar secara efisien dan aman dalam” kroner Norwegia. Menurut presentasinya, CBDC Norwegia “tidak akan mengubah intermediasi kredit sektor swasta.”

Mengenai Bitcoin, yang dibandingkan oleh beberapa bankir sentral, Olsen berkata, “Saya tidak berpikir pada akhirnya itu akan menjadi ancaman bagi bank sentral. Meskipun beberapa orang membicarakannya. Mata uang digital secara umum adalah hal baru dalam banyak hal. Tapi sekarang, bank sentral sudah memasuki arena persaingan,” tuturnya.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan