Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, April 13, 2021
redaksi@topcareer.id
Profesional

Perusahaan Besar di Singapura Perhatikan Kesehatan Mental Karyawannya yang WFH

Topcareer.id – Jika bekerja dari rumah (WFH) membuatmu lelah dan merasa terisolasi, kamu tidak sendiri. Studi internasional yang dilakukan tentang dampak pandemi pada kesehatan mental pada dasarnya sampai pada kesimpulan yang sama: Banyak yang merasa terputus dari dunia luar, cemas dan tertekan.

Sementara banyak sekali perusahaan menyerahkan tanggung jawab pribadi untuk mengatasi dampak mental negatif dari WFH pada karyawannya, namun beberapa perusahaan di Singapura ini bertindak untuk mendukung karyawan mereka selama periode penuh tekanan ini.

Workshop tentang meditasi dan kesadaran sedang meningkat, begitu pula workshop dari perusahaan tentang mengelola stres dan kecemasan rutin diadakan. Beberapa perusahaan di Singapura juga memberikan paket perawatan untuk memberi tahu karyawan mereka bahwa mereka tidak gila.

Baca Juga: 4 Tanda Karyawan Tidak Bahagia di Tempat Kerja

Merek perawatan kulit mewah Prancis, Clarins, mengirimkan sekotak camilan sehat kepada semua stafnya di Singapura selama mereka harus WFH sejak tahun lalu dan memberikan satu pak merchandise di meja kerja mereka yang bisa diambil ketika mereka kembali masuk kerja di kantor. Saat Natal, setiap karyawan diberikan satu set produk mandi dan perawatan tubuh, termasuk loofah yang dipersonalisasi dengan nama penerima.

Perusahaan juga menyelenggarakan sesi virtual seperti obrolan kesehatan dengan ahli gizi, latihan peregangan, dan aktivitas seperti bingo dan kontes foto untuk mengikat kebersamaan tim.

Direktur HRD Clarins Asia Pasifik Lynette Yong mengatakan, “Pendiri Clarins, Jacques Courtin berkata, ‘Manusia adalah karya seni yang harus dihargai, dirawat dan dicintai’. Itu sebabnya kami terus merangkul dan mewujudkan nilai Clarins ini. Karyawan kami seperti keluarga kami, dan kami akan merawat mereka.” Ujar Yong.

Pada bulan Januari, kurator perjalanan dan gaya hidup mewah Blue Sky Escapes mengadakan retret kesehatan pertama mereka di Villa Samadhi, Sebuah mansion hitam dan putih berusia 100 tahun yang terletak di lingkungan terpencil yang subur di Singapura.

Retret tiga hari termasuk upacara kakao dan gong, sesi meditasi, perlengkapan kesehatan dan makanan bergizi yang disiapkan oleh koki lokal terkenal.

“Perusahaan menyadari peningkatan stres di tempat kerja dalam iklim ini dan betapa pentingnya kesejahteraan mental untuk produktivitas,” kata pendiri Blue Sky, Krystal Tan.

“Salah satu dari mereka menyebutkan bahwa dengan pengaturan kerja dari rumah (WFH), karyawan di perusahaannya tidak bisa mengambil cuti dan ini menyebabkan kelelahan. Ke depannya, kesehatan mental sekarang menjadi pilar utama program tunjangan bagi karyawan.” Ujar Tan menjelaskan.

Baca Juga: 5 Aktivitas untuk Bantu Tingkatkan Kesejahteraan Karyawan

Menurut Tan, Retret kesehatan ini akan memberi tim bisnis kesempatan untuk terhubung satu sama lain pada tingkat yang lebih dalam di luar konteks kerja dan melalui aktivitas holistik yang menyegarkan.

Tan menambahkan, “Kami juga telah membantu para klien korporat kami untuk menyusun kotak makan siang dan paket kesehatan untuk dikirim ke karyawan mereka saat mengadakan rapat melalui Zoom.”

Hotel seperti Sofitel Singapore City Centre dan Sofitel Singapore Sentosa Resort and Spa mencatat peningkatan signifikan dalam pemesanan fasilitas hotel untuk kelompok kebugaran dan menyelenggarakan acara bagi klien serta perusahaan untuk memperkuat ikatan tim karyawan mereka.

Wouter de Graaf, manajer umum, Sofitel Singapore City Centre, berkata, “Ada kelelahan dari pertemuan virtual. Pertemuan untuk memperkuat ikatan tim ini tidak hanya memungkinkan mereka untuk berada di ruang yang sama bersama tetapi memiliki permainan dan aktivitas sebagai bagian dari agenda mereka membantu memecahkan monotonnya rapat virtual sehari penuh.”

Semakin banyak perusahaan di Singapura yang menyadari bahwa anggota tim yang bahagia adalah anggota yang lebih produktif. Ini juga pertanda perusahaan semakin fokus pada kesejahteraan karyawan.

Krystal Tan merasa bahwa kesehatan mental sebagai sebuah konsep telah lama diabaikan dan disepelekan oleh perusahaan sebagai kebutuhan manusia. Interaksi sosial yang dibatasi akibat pandemi akhirnya membawanya masalah ini ke permukaan.**(RW)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan